“Peminatnya banyak, tapi harus kami saring agar sesuai kriteria,” ucap Elisyatun. Pihaknya menerapkan proses seleksi yang ketat, salah satunya adalah pemenuhan syarat minimal pendidikan lulusan SMA atau SMK.
Untuk memastikan penyerapan lulusan, Elisyatun mengeklaim bahwa BLK telah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah perusahaan mitra sebelum program pelatihan dimulai. Kurikulum dirancang agar selaras dengan kebutuhan riil industri.
“Begitu lulus dan bersertifikat, mereka bisa langsung melamar kerja,” jelasnya.
Melalui langkah proaktif ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap angkatan kerja lokal tidak tertinggal dan mampu bersaing mengisi pos-pos strategis di tengah pusaran industrialisasi daerah yang kian melesat. (fel)
