Bikin Ngiler! Bisnis Semprot Mangga di Kendal Kian Menggiurkan, 1 Pohon Hasilkan 3 Kuintal Cuannya Segini

Bikin Ngiler! Bisnis Semprot Mangga di Kendal Kian Menggiurkan, 1 Pohon Hasilkan 3 Kuintal Cuannya Segini
ABDUL GHOFUR PENYEMPROTAN - Pohon mangga yang sedang berbunga dilakukan penyemprotan usai hujan untuk mencegah bakal buah rontok, Minggu (5/4/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Siapa sangka, berawal dari sekadar merawat tanaman, bisnis jasa penyemprotan pohon mangga di Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, kini menjelma menjadi lumbung cuan yang sangat menjanjikan.

Saking menggiurkannya, sekitar 45 persen warga di desa tersebut kini menggantungkan roda perekonomian mereka dari profesi sebagai spesialis penyemprot mangga. Sistem kerjanya pun praktis dan saling menguntungkan, yakni memakai skema bagi hasil antara penyedia jasa dan pemilik pohon.

Muhtarom (48), salah satu warga Desa Mojo yang sukses meraup untung dari bisnis ini, membeberkan bahwa peluang ini terbuka lebar karena banyaknya pemilik pohon yang tak punya waktu maupun keahlian khusus untuk merawat mangga agar berbuah lebat.

Baca Juga:Batang Butuh 5.000 Tenaga Kerja Baru Tahun Ini, Disnaker Gencar Gelar Pelatihan KompetensiGerebek Pesta Sabu di Weleri Kendal, Polisi Ringkus 4 Pemuda Jaringan Pengedar

“Pemilik pohon tidak perlu mengeluarkan biaya di awal. Semua perawatan kami tangani, nanti hasil panen dibagi sesuai kesepakatan,” tegas Muhtarom menjelaskan skema bisnisnya, Minggu (5/4/2026).

Setiap musimnya, Muhtarom sanggup merawat hingga 20 pohon mangga unggulan jenis Arumanis dan Manalagi yang tersebar di berbagai lokasi. Perawatan ekstra ini meliputi penyemprotan nutrisi, pembasmian hama, hingga menjaga agar bunga mangga tidak rontok dan sukses menjadi buah.

Modal Besar Sebanding dengan Hasil Panen

Muhtarom yang sudah belasan tahun terjun di bisnis ini tak menampik bahwa modal yang dikeluarkan di awal cukup merogoh kocek. Modal tersebut digunakan untuk membeli obat-obatan, nutrisi, perlengkapan semprot, hingga armada mobil bak terbuka untuk operasional.

Namun, pengorbanan itu terbayar lunas saat panen tiba. Hanya dalam waktu sekitar 100 hari sejak penyemprotan pertama, mangga sudah siap dipetik. Jika perawatan maksimal, satu pohon mangga bisa menghasilkan rata-rata dua hingga tiga kuintal (200-300 kilogram) buah segar!

Dengan harga mangga mentah di tingkat petani yang dipatok sekitar Rp 15.000 per kilogram, bisa dibayangkan seberapa tebal pundi-pundi rupiah yang didapat.

“Kalau satu pohon bisa menghasilkan dua sampai tiga kuintal, tentu nilai ekonominya cukup besar bagi pemilik maupun penyemprot,” jelasnya sambil tersenyum.

Pemilik Pohon Ikut Ketiban Durian Runtuh

Keuntungan tak hanya dirasakan oleh penyemprot, pemilik pohon pun ikut ketiban rezeki. Musriatun (47), warga Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, adalah salah satu buktinya. Sudah tiga musim ia mempercayakan satu pohon mangga di depan rumahnya untuk dikelola dengan sistem bagi hasil.

0 Komentar