“Dari satu pohon saja bisa dapat sekitar satu setengah juta rupiah sekali panen,” ungkap Musriatun girang.
Kendati perputaran uangnya menggiurkan, Muhtarom mengakui bahwa bisnis ini bukan tanpa risiko. Ancaman terbesar datang dari faktor cuaca, terutama saat hujan deras melanda di masa pembungaan. Meski begitu, pantang baginya untuk menyerah.
“Kalau cuaca mendukung dan perawatannya tepat, hasilnya bisa sangat bagus,” pungkasnya optimistis. (fur)
