RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ancaman banjir dan rob yang kerap menghantui Kota Pekalongan butuh penanganan serius dari berbagai pihak, tak terkecuali generasi mudanya. Merespons hal ini, program Blue Deal turun tangan memberikan edukasi langsung kepada para pelajar tingkat SD dan SMP se-Kota Pekalongan.
Langkah jemput bola ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian pelajar terhadap lingkungan, sekaligus menjadi ujung tombak pencegahan bencana banjir di masa depan.
Perwakilan Blue Deal, Marcel, hadir langsung memberikan pemaparan edukatif di Ruang Serbaguna SMP Negeri 1 Kota Pekalongan pada Kamis (2/4/2026). Acara ini disambut antusias oleh sekitar 60 pelajar perwakilan dari berbagai sekolah.
Baca Juga:Gerebek Pesta Sabu di Weleri Kendal, Polisi Ringkus 4 Pemuda Jaringan PengedarHUT ke-120 Pekalongan: Pemkot Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 39 Ribu KPM
Belajar dari Kesuksesan Belanda
Di hadapan puluhan siswa, Marcel membagikan insight menarik tentang bagaimana Belanda, negara yang sebagian daratannya berada di bawah permukaan laut, sukses mengelola tata air mereka.
Belanda diketahui membangun sistem pertahanan berlapis, mulai dari bendungan raksasa, tanggul kokoh, hingga rumah pompa canggih untuk membuang air kembali ke laut.
“Sistem ini dirancang untuk menghadapi kenaikan permukaan laut dan potensi banjir di masa depan. Pengelolaan air harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ungkap Marcel menjelaskan konsep water management ala Belanda.
Lebih lanjut, Marcel menyoroti tantangan berat yang dihadapi Kota Batik. Selain krisis sampah, Pekalongan mengalami fenomena penurunan muka tanah yang cukup ekstrem, yakni mencapai 10 hingga 15 sentimeter per tahunnya!
Menurut Marcel, salah satu biang kerok amblasnya tanah ini adalah penyedotan air tanah yang berlebihan. Ia menyarankan agar pemerintah dan warga mulai beralih menggunakan air sungai yang telah diolah sebagai sumber alternatif.
Namun, ia memberi catatan keras terkait kebiasaan buruk masyarakat yang kerap menjadikan sungai sebagai tempat sampah raksasa.
“Masyarakat harus berhenti membuang sampah ke sungai. Ini membutuhkan perubahan perilaku yang dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Baca Juga:Pemkab Pekalongan Prioritaskan Infrastruktur di RPJMD 2025-2029, 2027 Jadi Tahun Perbaikan JalanDuarr! Tim Gegana Brimob Musnahkan Barang Bukti Petasan di Degayu Pekalongan, Disaksikan Tersangka
Senada dengan Marcel, perwakilan Blue Deal lainnya, Britt, menegaskan bahwa pelajar bisa berkontribusi besar hanya lewat tindakan kecil.
“Tindakan paling sederhana adalah mengumpulkan sampah dan memastikan tidak dibuang sembarangan, karena sampah dapat menghambat aliran air dan memicu banjir,” ujar Britt memberikan tips praktis.
