RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kabar gembira dan raut wajah bahagia mewarnai keberangkatan ratusan santri asal Kabupaten Kendal! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal kembali membuktikan komitmen nyata dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan pesantren.
Sebanyak 558 santri yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, secara resmi dilepas keberangkatannya pada Sabtu (4/4/2026) siang. Ratusan santri yang tergabung dalam Himpunan Santri Lirboyo (Himasal) Kabupaten Kendal ini diberangkatkan langsung dari titik kumpul di Stadion Madya Kebondalem Kendal.
Tak tanggung-tanggung, keberangkatan mereka difasilitasi penuh oleh Pemkab Kendal dengan menyediakan 11 armada bus eksklusif yang bisa dinikmati secara cuma-cuma alias gratis.
Baca Juga:Gerebek Pesta Sabu di Weleri Kendal, Polisi Ringkus 4 Pemuda Jaringan PengedarHUT ke-120 Pekalongan: Pemkot Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 39 Ribu KPM
Bupati Kendal, Dyah Kartikasari, melalui Penjabat (Pj) Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan senantiasa berdiri di belakang para santri yang tengah berjuang menuntut ilmu agama di pesantren.
“Siang ini kita melepas 558 santri Lirboyo dengan 11 bus yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kendal secara gratis. Jika tahun depan jumlah santri dari Kendal bertambah, kami siap menambah armada,” tegas Agus saat membacakan sambutan bupati di hadapan ratusan pengantar dan santri.
Melalui pesan tertulisnya, Bupati Dyah menitipkan pesan menyentuh. Ia meminta para santri untuk meluruskan niat dan sungguh-sungguh dalam belajar, serta senantiasa menjaga nama baik daerah asalnya, Kabupaten Kendal.
“Semoga para santri selamat sampai tujuan, diberi kesehatan selama menuntut ilmu, dan kelak kembali ke Kendal untuk bersama-sama membangun daerah menjadi lebih baik,” tambahnya.
Jalan Menuju Surga
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Penasehat Himasal Kabupaten Kendal, KH Muh Mustamsikin, memberikan suntikan motivasi yang membakar semangat para santri. Ia menyebut bahwa para santri ini adalah para mujahid fi sabilillah atau pejuang di jalan Allah.
“Bahkan lebih mulia daripada ibadah haji, karena kalian menuntut ilmu untuk diri sendiri dan orang lain,” tegas KH Mustamsikin.
Ia turut mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkannya menuju jalan ke surga.
