RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-120 Kota Pekalongan yang mengusung tema “Sejahtera Berkelanjutan” turut disemarakkan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Pekalongan. Institusi pendidikan ini menggelar serangkaian kegiatan edukatif, kreatif, dan aksi peduli lingkungan yang melibatkan seluruh elemen warga sekolah.
Rangkaian agenda tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas Surat Edaran Wali Kota Pekalongan Nomor B/34/400.14.1.1/2026 tertanggal 27 Maret 2026. Melalui surat edaran itu, pemerintah kota menginstruksikan setiap satuan pendidikan untuk berpartisipasi aktif meramaikan peringatan hari jadi kota melalui aksi nyata.
Memasuki awal April, sekolah mulai berhias dengan spanduk peringatan. Tepat pada Rabu, 1 April 2026, seluruh sivitas akademika SMPN 10 melaksanakan pengibaran Bendera Merah Putih satu tiang penuh, yang dirangkai dengan gerakan kebersihan lingkungan secara serentak.
Baca Juga:Gerebek Pesta Sabu di Weleri Kendal, Polisi Ringkus 4 Pemuda Jaringan PengedarHUT ke-120 Pekalongan: Pemkot Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 39 Ribu KPM
Pihak sekolah menjadikan kegiatan bersih-bersih ini tidak sekadar sebagai seremonial tahunan, melainkan sebagai bagian dari pembiasaan karakter. Aksi ini diintegrasikan ke dalam rutinitas mingguan; setiap Selasa difokuskan untuk kebersihan area dalam sekolah, sementara pada hari Jumat cakupannya diperluas hingga ke lingkungan masyarakat sekitar. Dalam praktiknya, para siswa juga diedukasi perihal tata cara pemilahan sampah organik dan anorganik.
Adu Kreativitas Mengangkat Ikon Daerah
Puncak kemeriahan HUT kota di lingkungan sekolah ini jatuh pada Sabtu, 4 April 2026. Para siswa berlomba menuangkan inovasi mereka melalui tiga kategori kompetisi edukatif utama yang mengangkat identitas lokal Kota Batik.
Pertama, lomba estafet menggambar ikon Kota Pekalongan. Kompetisi ini menuntut kerja sama tim yang solid, di mana siswa secara bergantian menggambar objek-objek ikonis seperti motif batik dan tengara (landmark) kota.
Kedua, lomba pembuatan miniatur ikon kota. Pada kategori ini, siswa ditantang untuk merepresentasikan identitas visual Pekalongan ke dalam karya seni tiga dimensi yang memiliki nilai estetika.
Ketiga, kompetisi pembuatan konten kreatif. Mengikuti perkembangan era digital, sekolah memfasilitasi kreativitas siswa dalam mempromosikan potensi daerah melalui medium video, poster digital, serta optimalisasi platform media sosial.
Kepala SMPN 10 Pekalongan menegaskan bahwa rangkaian kompetisi ini dirancang secara khusus untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli dan melek akan potensi wilayahnya.
