Klaim 90 Persen Jalan Rusak Tuntas Diperbaiki, Wali Kota Pekalongan Kebut Aspal Wilayah Banyurip

Klaim 90 Persen Jalan Rusak Tuntas Diperbaiki, Wali Kota Pekalongan Kebut Aspal Wilayah Banyurip
ISTIMEWA PERBAIKAN - Perbaikan jalan yang dilakukan DPUPR Kota Pekalongan di salah satu ruas jalan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengeklaim telah berhasil merampungkan perbaikan sekitar 90 persen infrastruktur jalan rusak yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah hingga awal April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Pekalongan, A. Afzan Arslan Djunaid, usai menghadiri prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung perkantoran Pemkot pada Rabu (1/4/2026). Ia menyebut, percepatan perbaikan ini dikebut melalui koordinasi intensif bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Langkah penanganan difokuskan pada penambalan titik-titik jalan berlubang guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas dan mengembalikan kenyamanan mobilitas warga.

Baca Juga:Gerebek Pesta Sabu di Weleri Kendal, Polisi Ringkus 4 Pemuda Jaringan PengedarHUT ke-120 Pekalongan: Pemkot Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 39 Ribu KPM

“Perbaikan jalan rusak terus kita lakukan. Kemarin bersama DPUPR sudah dilaksanakan penambalan-penambalan. Memang belum selesai seluruhnya, tetapi alhamdulillah sekitar 90 persen sudah kita tangani,” ungkap wali kota yang akrab disapa Aaf tersebut.

Terkendala Cuaca dan Pasokan Aspal

Meski mayoritas jalan berlubang telah ditambal, Aaf mengakui bahwa masih terdapat sejumlah titik yang menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah. Salah satu keluhan yang menjadi sorotan publik adalah kawasan di sekitar MAN Insan Cendekia dan wilayah Banyurip, yang kondisinya saat ini masih berdebu.

Keterlambatan penanganan di wilayah tersebut, menurut Aaf, bukan tanpa alasan. Faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang merata di Pulau Jawa memicu lonjakan perbaikan jalan di berbagai kabupaten/kota secara bersamaan. Hal ini berdampak langsung pada antrean pemesanan dan tersendatnya distribusi material aspal.

“Memang kemarin kita kejar pemesanan aspal, tapi waktunya tidak cukup karena kondisi hujan hampir merata di Jawa. Akibatnya, banyak daerah juga melakukan pemesanan sehingga terjadi antrean. Itu yang menjadi salah satu kendala,” jelasnya.

Kendati dihadapkan pada kendala logistik, Pemkot Pekalongan memastikan bahwa penanganan sisa jalan rusak tidak akan berhenti. Khusus untuk wilayah Banyurip, pemerintah daerah akan tetap mempertahankan metode pengaspalan.

“Untuk yang di Banyurip nanti akan diaspal lagi, belum ada rencana dibeton. Kita pastikan perbaikan tetap berlanjut sampai seluruh jalan dalam kondisi baik,” tegas Aaf.

0 Komentar