Sempat Hilang 2 Hari, Kerbau Mengamuk di Karangdadap Pekalongan Berhasil Dievakuasi Polisi

Sempat Hilang 2 Hari, Kerbau Mengamuk di Karangdadap Pekalongan Berhasil Dievakuasi Polisi
EVAKUASI KERBAU MENGAMUK: Polsek Karangdadap bersama warga evakuasi kerbau mengamuk di Desa Pagumenganmas, Karangdadap. Foto: Hadi Waluyo.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KARANGDADAP – Ketenangan warga Dukuh Miren, Desa Pagumenganmas, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, dikejutkan oleh kehadiran seekor kerbau jantan yang mengamuk di area perkebunan pada Sabtu (4/4/2026) pagi.

Hewan ternak bertubuh besar tersebut dilaporkan telah hilang selama dua hari, usai terlepas dari pantauan pengurusnya saat hendak dimandikan di sungai setempat. Mendapat laporan dari warga yang resah, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Karangdadap langsung terjun ke lokasi untuk melakukan tindakan evakuasi.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, melalui Kapolsek Karangdadap, AKP Sumiyanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa proses evakuasi dan penjinakan yang melibatkan sinergi antara aparat dan warga setempat berlangsung aman, tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Baca Juga:Batang Butuh 5.000 Tenaga Kerja Baru Tahun Ini, Disnaker Gencar Gelar Pelatihan KompetensiGerebek Pesta Sabu di Weleri Kendal, Polisi Ringkus 4 Pemuda Jaringan Pengedar

“Setelah menerima laporan dari Kepala Desa Pagumenganmas, kami bersama anggota langsung bergerak ke Dukuh Miren. Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik antara Polri dan warga, kerbau tersebut berhasil diamankan dengan selamat,” ujar AKP Sumiyanto saat dikonfirmasi.

Kronologi Kejadian

Lebih lanjut, Sumiyanto membeberkan kronologi hilangnya hewan ternak tersebut. Insiden ini bermula pada Kamis (2/4/2026) sore, saat seorang warga bernama Waryat (70) tengah memandikan dua ekor kerbau milik Sarip (68) di aliran Sungai Kupang, perbatasan antara Kecamatan Karangdadap dan Warungasem.

Secara tiba-tiba, kedua kerbau tersebut meronta dan berlari kencang ke arah yang berlawanan. Satu ekor berhasil diadang dan ditangkap di kawasan Desa Masin, Kabupaten Batang. Namun, satu kerbau lainnya nekat menyeberangi sungai dan kabur menuju arah Desa Pangkah, Karangdadap.

“Selama dua hari kerbau tersebut menghilang, hingga akhirnya Sabtu pagi muncul di perkebunan Dukuh Miren dalam kondisi stres dan mengamuk. Warga yang melihat hal itu langsung melapor karena khawatir kerbau masuk ke permukiman,” tambah Sumiyanto menjelaskan situasi darurat di lokasi.

Proses Evakuasi Berjalan Dramatis

Proses penjinakan di lapangan sempat berjalan cukup dramatis. Kerbau yang tengah dalam kondisi panik terus berlarian tak tentu arah di tengah rimbunnya pepohonan kebun warga.

Berbekal tali pengikat dan kehati-hatian tingkat tinggi, petugas kepolisian bersama warga menerapkan teknik penggiringan secara perlahan untuk meredam tingkat stres hewan tersebut.

0 Komentar