RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan menyelenggarakan acara Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah di Gedung Aswaja pada Kamis, 2 April 2026. Agenda silaturahmi organisasi ini tak hanya menjadi ajang bermaafan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mengkonsolidasikan warga Nahdliyin dalam merespons dinamika geopolitik global.
Acara tersebut melibatkan seluruh elemen, mulai dari jajaran pengurus cabang, lembaga, badan otonom (banom), Majelis Wakil Cabang (MWC), hingga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kota Pekalongan.
Kehadiran jajaran Mustasyar PCNU Kota Pekalongan, di antaranya KH Zaenuri Zaenal Mustofa, KH Amin Ghozali, KH Abu al Mafachir, dan KH Abdul Muchit Mudzakir, memberikan warna tersendiri. Mereka hadir untuk memberikan restu sekaligus arahan langsung kepada para pengurus.
Baca Juga:Batang Butuh 5.000 Tenaga Kerja Baru Tahun Ini, Disnaker Gencar Gelar Pelatihan KompetensiGerebek Pesta Sabu di Weleri Kendal, Polisi Ringkus 4 Pemuda Jaringan Pengedar
Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan, Hasan Su’aidi, menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran para sesepuh NU tersebut. Menurut dia, petuah dari para Mustasyar menjadi kompas penting untuk menjaga arah perjuangan organisasi.
“Halalbihalal kali ini menghadirkan Mustasyar di depan para pengurus. Mendengarkan dawuh-dawuh (pesan) mereka menjadi hal yang spesial dan momentum baik untuk memperkuat sinergitas PCNU Kota Pekalongan,” ujar Hasan.
Dalam arahannya, para Mustasyar menititikberatkan pada pentingnya memelihara dan meningkatkan ketakwaan pasca-Ramadan. Mereka juga mendorong peningkatan pengabdian di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama sebagai wujud nyata dari jihad menyebarkan kebaikan di masyarakat.
Antisipasi Krisis Energi Imbas Konflik Geopolitik
Di samping mendengarkan petuah agama, forum ini juga menyoroti eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dinamika tersebut dinilai berpotensi memicu ketidakpastian ekonomi yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di dalam negeri, termasuk warga NU di Pekalongan.
Melalui paparan dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam), disampaikan bahwa kondisi global saat ini harus diantisipasi dengan matang. Salah satu ancaman terdekat adalah potensi lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kelangkaan gas.
Sebagai langkah mitigasi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut mengimbau warganya agar mulai beradaptasi dengan situasi tersebut. Masyarakat didorong untuk mencari alternatif energi, misalnya dengan beralih memanfaatkan kompor listrik.
