“Kami bayarnya ke koperasi, nanti koperasi yang membayarkan ke suplier,” tandasnya.
Anehnya, saat dikonfirmasi secara terpisah, Ahmad Munfarid selaku Person In Charge (PIC) Koperasi Merakyat justru buang badan. Ia mengaku tidak tahu-menahu soal rincian arus keuangan di dalam tubuh koperasi tersebut.
“Tugas saya hanya mencarikan bahan baku atau belanjaan untuk kebutuhan MBG,” ujar Ahmad singkat.
Baca Juga:Cara Unik Petani Dayunan Kendal Lawan Konflik Agraria Lewat Festival Jogo Lemah Urip, Ini Maknanya!Diikuti 30 Tim Lintas Daerah, Turnamen Sepak Bola Purwodadi Cup 2026 Pekalongan Resmi Digelar
Saling lempar tanggung jawab antara SPPG dan pengurus koperasi ini sontak memunculkan tanda tanya besar di kalangan suplier. Mereka kini mempertanyakan transparansi alur distribusi dana miliaran rupiah dari program MBG yang tertahan di tengah jalan. (fur)
