RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan resmi menobatkan Muhammad Fala Muttaqin sebagai Juara I Duta Baca Kabupaten Pekalongan Tahun 2026. Penobatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menggenjot budaya literasi masyarakat yang masih berada di angka memprihatinkan.
Pengumuman pemenang tersebut dilangsungkan dalam puncak acara Lomba Duta Baca yang digelar di Aula Lantai I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan pada Senin, 6 April 2026.
Selain Muhammad Fala, kompetisi yang menjaring 11 peserta pendaftar ini juga menetapkan Baqiyatul Izzah di posisi Juara II dan Zania Kurniasih sebagai Juara III.
Baca Juga:Tumpukan Sampah Menggunung di Jembatan Kaliwungu Kendal, Bau Busuk Ganggu Aktivitas SekolahAkses Sempat Putus, Kodim Pekalongan Bangun 3 Jembatan Gantung untuk Dorong Ekonomi Warga
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menegaskan bahwa ajang pemilihan duta ini tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial belaka. Ia secara kritis menyoroti rapor tingkat literasi di wilayahnya yang saat ini baru mencatatkan skor 4,7.
“Tingkat kunjungan perpustakaan kita hanya sekitar 0,021 persen dari total satu juta lebih penduduk. Padahal, fasilitas seperti Perpustakaan Daerah sudah menyediakan 41.928 buku fisik dan 2.237 buku digital,” ujar Yulian saat membuka acara tersebut.
Tugas Berat Agen Perubahan
Menghadapi ironi antara ketersediaan fasilitas dan rendahnya minat baca, Yulian mendesak para Duta Baca terpilih untuk segera turun tangan sebagai agen perubahan (agent of change).
Pemerintah menaruh harapan besar agar duta literasi ini mampu mengoptimalkan teknologi dan merancang kampanye di media sosial agar budaya membaca lebih relevan dan mudah dijangkau oleh generasi muda dan masyarakat luas.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, Indria Madyawati, memaparkan bahwa program peningkatan kapasitas literasi ini dibiayai melalui APBD serta sokongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik.
Tak hanya fokus pada penganugerahan Duta Baca, instansinya juga mengumumkan pemenang untuk kategori Lomba Bertutur Tingkat SD dan Lomba Perpustakaan Desa Terbaik sebagai upaya komprehensif membangun ekosistem membaca dari akar rumput.
“Para pemenang dari berbagai kategori ini nantinya akan mewakili Kabupaten Pekalongan untuk berkompetisi di tingkat provinsi,” kata Indria memungkasi. (mal)
