RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menjadikan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 sebagai tonggak strategis untuk investasi sumber daya manusia (SDM). Hal ini diwujudkan melalui peluncuran gerakan literasi bertajuk “Sak Minggu Sak Buku” (Satu Minggu Satu Buku) yang dibarengi dengan peresmian Kampung Literasi Proyonanggan Selatan.
Gerakan fundamental ini menyasar peserta didik lintas jenjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini dirancang untuk memupuk kebiasaan membaca satu buku dalam sepekan guna mengasah kemampuan kognitif, memperluas cakrawala wawasan, serta merangsang pola pikir kritis sejak usia dini.
Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, menekankan bahwa membaca merupakan fondasi esensial dalam fase tumbuh kembang anak.
Baca Juga:Tumpukan Sampah Menggunung di Jembatan Kaliwungu Kendal, Bau Busuk Ganggu Aktivitas SekolahAkses Sempat Putus, Kodim Pekalongan Bangun 3 Jembatan Gantung untuk Dorong Ekonomi Warga
“Membaca itu adalah olahraga untuk otak kita. Sudah ada penelitiannya, kalau kita ingin perkembangan kognitif anak bagus dan performa akademiknya tinggi, kuncinya adalah kebiasaan membaca,” kata Faelasufa di Batang.
Ia menambahkan, kebiasaan literasi tidak harus dimulai dengan bahan bacaan yang berat. Anak-anak beserta orang tua dapat memulainya dari bacaan sederhana seperti buku bergambar, asalkan dilakukan secara konsisten.
Apresiasi Rp 250 Juta dan Kritik bagi Orang Tua
Sejalan dengan inisiatif tersebut, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kecamatan untuk proaktif mengekspansi keberadaan kampung literasi. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah daerah telah menyiapkan instrumen insentif berupa dana apresiasi bagi wilayah yang paling masif menggerakkan budaya membaca ini.
“Kecamatan mana yang Kampung Literasinya paling banyak, tolong dikasih apresiasi Rp 250 juta di akhir tahun nanti. Saya ingin gerakan ini diimplementasikan di semua sekolah di wilayah Kabupaten Batang,” tegas Faiz memberikan instruksi.
Di samping dorongan kelembagaan, Bupati Faiz turut melontarkan pesan menohok mengenai peran vital orang tua sebagai figur teladan literasi di lingkungan keluarga.
“Bagaimana kita bisa menuntut anak rajin membaca kalau orang tuanya setiap malam hanya asyik main TikTok di depan mereka? Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri sebagai orang tua,” ucapnya.
