Luar Biasa! BI Tegal & Dinperpa Sulap Lahan Eks Rob Pekalongan Jadi Lumbung Padi Salin Digital

Luar Biasa! BI Tegal & Dinperpa Sulap Lahan Eks Rob Pekalongan Jadi Lumbung Padi Salin Digital
ISTIMEWA DISKUSI - BI Tegal bersama Dinperpa Kota Pekalongan menggelar kegiatan capacity building dengan fokus pada pengembangan padi salin berbasis teknologi.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Siapa sangka hamparan lahan bekas langganan banjir rob kini tengah disiapkan untuk menjadi ladang cuan bagi para petani? Ya, gebrakan inovatif ini sedang digenjot habis-habisan di wilayah Pekalongan Utara!

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Tegal berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan baru saja menggelar agenda capacity building super penting di Rumah Makan Sego Dalem, kemarin. Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, teknisi pertanian, hingga ujung tombak di lapangan yakni pengurus dan anggota Kelompok Tani Degayu Tiga.

Fokus utamanya sangat menarik: Mengembangkan padi salin (padi tahan kadar garam tinggi) berbasis teknologi modern di lahan eks rob!

Baca Juga:Tumpukan Sampah Menggunung di Jembatan Kaliwungu Kendal, Bau Busuk Ganggu Aktivitas SekolahAkses Sempat Putus, Kodim Pekalongan Bangun 3 Jembatan Gantung untuk Dorong Ekonomi Warga

Asisten Manager Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM BI KPwI Tegal, Abror Widakdo, menegaskan bahwa BI tak main-main dalam mendukung sektor pertanian pesisir. Padi salin dinilai memiliki potensi raksasa untuk mendongkrak pundi-pundi pendapatan para petani yang selama ini pasrah lahannya dihantam rob.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan produktivitas padi salin karena hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya petani di kawasan eks rob,” tegas Abror.

Kolaborasi Atasi Keterbatasan Anggaran

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyowati, buka suara soal tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa jurus kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk menyulap lahan pesisir agar kembali produktif.

“Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya agar lahan sawah tetap produktif. Dengan keterbatasan anggaran, kami menggandeng berbagai stakeholder, termasuk Bank Indonesia yang telah memberikan dukungan luar biasa. Harapannya, program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ungkap Lili dengan penuh harap.

Siapkan Demplot Digital Farming 3 Hektare

Bukan sekadar wacana, kolaborasi ini langsung dieksekusi dengan langkah nyata! Ke depannya, BI KPwI Tegal bakal memfasilitasi pembangunan demplot (lahan percontohan) seluas 3 hektare.

Kerennya lagi, demplot ini akan mengintegrasikan sistem digital farming. Tak sampai di situ, sebagian area lahan juga akan disulap menjadi pusat perbenihan padi biosalin untuk menjamin ketersediaan benih unggul bagi para petani di lahan asin.

0 Komentar