RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kabar gembira bagi warga pesisir Kabupaten Batang! Bencana banjir rob yang selama ini menjadi momok menakutkan bakal segera ditumpas habis lewat gebrakan super megah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang.
Tak tanggung-tanggung, Pemkab Batang tengah menggodok megaproyek pembangunan tanggul laut (Giant Sea Wall) multifungsi di pesisir barat. Bukan cuma buat menahan limpasan air laut, proyek ini juga dirancang untuk menyulap kawasan pesisir menjadi raksasa industri maritim!
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, membocorkan bahwa pihaknya sudah mengamankan komitmen dengan Deputi 2 Badan Otorita Pengelola Pantura untuk segera mengeksekusi tahapan awal.
Baca Juga:Dana Nasabah Macet, Polres Kendal Usut Koperasi BMJ yang 2 Tahun Tak Gelar RATAsyik Nongkrong Saat Jam Belajar, 7 Pelajar di Pekalongan Terjaring Razia Satpol PP
“Dalam waktu dekat akan dimulai survei dan kajian teknis. Ini sebagai langkah awal penanganan rob di pesisir,” ujar Bupati Faiz dengan penuh optimisme.
Rencananya, megaproyek tanggul laut pelindung pesisir ini akan mulai direalisasikan fisiknya pada tahun 2027 mendatang.
Sulap Sedimen Sungai Jadi Batako
Proyek ini dipastikan bakal memberdayakan potensi daerah secara maksimal. Pasalnya, material yang digunakan akan memanfaatkan sumber daya lokal, seperti sedimen pasir sungai yang disulap menjadi batako, serta dipadukan dengan pemanfaatan limbah batu bara (fly ash bottom ash).
“Ini sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal,” imbuh Faiz.
Lalu, di mana lokasinya? Saat ini ada dua opsi yang masih digodok matang, yakni dibangun tepat di bibir pantai atau menjorok sekitar satu kilometer dari garis pantai, menyesuaikan kontur dan aliran air.
Benteng raksasa ini akan membentang sepanjang 5 hingga 10 kilometer dan difokuskan di lima desa langganan rob parah, yaitu Desa Denasri Kulon, Denasri Wetan, Karangasem Utara, Klidang Lor, dan Kasepuhan.
“Wilayah ini jadi prioritas karena terdampak rob cukup signifikan,” jelasnya.
Bikin Galangan Kapal Terbesar di Jawa!
Hebatnya lagi, tanggul laut ini nantinya bakal disulap menjadi jalur lingkar yang bisa dilewati kendaraan untuk mendukung konektivitas wilayah. Di saat bersamaan, Pemkab Batang juga tancap gas melirik sektor industri galangan kapal.
Baca Juga:Tebing Petungkriyono Longsor Mendadak Tanpa Hujan, Akses Jalan Desa di Pekalongan Sempat LumpuhMeriahkan HUT ke-120 Pekalongan, SDN Podosugih 01 Tanamkan Karakter Siswa Lewat Lomba Edukatif
Potensi emas maritim Batang Barat ini tak main-main, bahkan sudah sukses menarik perhatian sejumlah purnawirawan jenderal Angkatan Laut yang turun langsung meninjau lokasi!
