RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Protomulyo I, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. Kebijakan penghentian ini resmi diberlakukan mulai Rabu (8/4/2026).
Pemberhentian operasional tersebut merupakan imbas dari polemik tunggakan pembayaran kepada sejumlah pemasok (supplier) bahan baku, yang nilainya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Keputusan ini mencuat usai mediasi yang difasilitasi di Aula Kantor Kecamatan Kaliwungu Selatan pada Rabu (8/4/2026). Pertemuan itu turut dihadiri oleh pihak Koperasi Merakyat selaku penyedia bahan baku, pengurus SPPG Protomulyo I, para supplier yang dirugikan, serta otoritas pemerintah kecamatan setempat.
Baca Juga:TKA SD-SMP di Batang Digelar Bergilir Imbas Keterbatasan Fasilitas, Disdikbud Jamin LancarPeringati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62, Lapas Pekalongan Salurkan Sembako untuk Purna Pegawai
Menunggu Hasil Audit BGN
Koordinator SPPG Kabupaten Kendal, M Faris Maulana, mengungkapkan bahwa status suspend tersebut akan terus berlaku hingga BGN merampungkan proses audit internal. Audit ini difokuskan untuk mengurai akar permasalahan secara transparan dan menentukan sanksi lanjutan.
“Per hari ini SPPG Protomulyo I disuspend. Untuk durasinya masih menunggu hasil audit dari BGN,” terang Faris usai menghadiri mediasi.
Menurut Faris, BGN sejatinya selalu menunaikan kewajiban pembayaran pencairan dana secara rutin kepada SPPG sesuai mekanisme dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Permasalahan justru mandek pada pihak koperasi yang ditunjuk sebagai penyedia bahan baku, yang diduga belum menuntaskan pembayaran kepada sejumlah pemasoknya.
Buntut dari polemik ini, BGN langsung menjatuhkan sanksi administratif berupa daftar hitam (blacklist) terhadap pihak koperasi beserta seluruh jajaran pengurusnya.
“Akibat kejadian ini, SPPG disuspend dan koperasi beserta pengurusnya di-blacklist oleh BGN sehingga tidak diperbolehkan lagi menyuplai kebutuhan ke SPPG mana pun,” tegas Faris. Ia juga menggarisbawahi bahwa SPPG Protomulyo I terancam ditutup permanen jika audit BGN kelak menemukan indikasi pelanggaran berat.
Nasib 3.400 Siswa Penerima Makan Bergizi
SPPG Protomulyo I memiliki peran krusial dalam menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 12 sekolah, dengan total penerima manfaat mencapai 3.400 siswa.
Kendati operasional dapur dihentikan, Faris memastikan distribusi porsi MBG bagi ribuan siswa tersebut tidak akan terganggu atau dihentikan. Selama masa suspend, tanggung jawab suplai dialihkan ke tiga SPPG lain yang beroperasi di wilayah Kaliwungu Selatan.
