RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Tengah ramai jadi perbincangan publik soal lonjakan harga plastik di pasaran. Bukannya ikut pusing, Wali Kota Pekalongan, A. Afzan Arslan Djunaid, justru memandang fenomena ini dari kacamata yang berbeda!
Pria yang akrab disapa Aaf ini malah menyebut kenaikan harga plastik sebagai momentum emas alias peluang besar bagi masyarakat untuk merombak gaya hidup menjadi jauh lebih sehat dan ramah lingkungan.
Pernyataan menohok ini dilontarkan Aaf di sela-sela momen sakral pengambilan sumpah dan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 49 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2024 menjadi PNS, serta 3 PNS jabatan fungsional. Acara ini digelar di Ruang Buketan, Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga:TKA SD-SMP di Batang Digelar Bergilir Imbas Keterbatasan Fasilitas, Disdikbud Jamin LancarPeringati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62, Lapas Pekalongan Salurkan Sembako untuk Purna Pegawai
“Kalau sekarang yang masih geger, masih menjadi trending di berita-berita, ini harga plastik sudah naik. Dan ini menjadi momen sebetulnya untuk kita semua untuk mengurangi pemakaian plastik,” tutur Wali Kota Aaf di hadapan para abdi negara.
Bahaya Mengintai di Balik Kepraktisan Plastik
Aaf tak menampik bahwa selama ini masyarakat sudah sangat ketergantungan dengan kepraktisan plastik, mulai dari urusan dapur hingga bungkus jajanan. Namun, ia mengingatkan ada bahaya mengintai di balik kemudahan tersebut, baik bagi kesehatan tubuh maupun kelestarian alam.
Wali Kota menegaskan, penggunaan wadah plastik—terutama untuk membungkus makanan dan minuman panas—sangat berisiko memicu masalah kesehatan jangka panjang jika digunakan secara serampangan.
Ia pun menantang warga Kota Batik untuk berani move on ke bahan alternatif yang terbukti lebih aman, seperti wadah berbahan kaca, stainless steel, atau bahkan kembali ke cara tradisional menggunakan daun.
“Ini sebetulnya menjadi momen karena plastik ini secara kesehatan ya tidak lebih sehat. Lebih sehat kalau tidak menggunakan plastik,” imbuhnya memberi penekanan.
Sentil Pelaku Usaha Kuliner
Selain mengancam kesehatan, Aaf juga menyoroti krisis lingkungan yang diakibatkan oleh sampah plastik. Mengingat butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun agar plastik bisa terurai, sampah jenis ini menjadi biang kerok utama pencemaran lingkungan, tak terkecuali di pesisir Kota Pekalongan.
