Kasus Korupsi Bupati Fadia Memanas! KPK Kembali Garap Sekda dan Belasan ASN Pemkab Pekalongan

Kasus Korupsi Bupati Fadia Memanas! KPK Kembali Garap Sekda dan Belasan ASN Pemkab Pekalongan
WAHYU HIDAYAT DIPERIKSA – Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh KPK di Mapolres Pekalongan Kota, Kamis (9/4/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Babak baru kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret nama Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, kian memanas! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali turun gunung menggarap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.

Pemeriksaan maraton ini digelar secara tertutup di Ruang RJ Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota pada Kamis (9/4/2026).

Kasus yang tengah didalami oleh lembaga antirasuah ini berkaitan erat dengan pusaran sengkarut pengadaan tenaga outsourcing (alih daya) di lingkup Pemkab Pekalongan untuk rentang tahun 2021 hingga 2026.

Baca Juga:Belanja Pegawai Lewati Batas APBD, Pemkab Kendal Pastikan Nasib Ribuan PPPK Tetap AmanTKA SD-SMP di Batang Digelar Bergilir Imbas Keterbatasan Fasilitas, Disdikbud Jamin Lancar

Berdasarkan pantauan di lapangan, ada belasan ASN yang dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Mereka terdiri dari para pegawai yang masih berstatus aktif, hingga yang sudah memasuki masa purnatugas alias pensiun dari berbagai jabatan strategis daerah.

Sekda Yulian Akbar Diperiksa Ketiga Kalinya!

Satu nama besar yang tak luput dari bidikan penyidik KPK adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar. Tercatat, pejabat nomor satu di jajaran ASN Pemkab Pekalongan ini sudah tiga kali bolak-balik menjalani pemeriksaan penyidik!

Usai dicecar di ruang pemeriksaan, Yulian Akbar akhirnya angkat bicara. Ia mengaku pemeriksaan kali ini sekadar untuk melengkapi berkas dan keterangan terdahulu terkait proses outsourcing tersebut.

“Ya, hanya melanjutkan pemeriksaan kemarin, melengkapi keterangan-keterangan saja,” tutur Yulian saat dicegat oleh awak media sesaat setelah keluar dari ruangan.

Saat disinggung mengenai jumlah peluru pertanyaan yang ditembakkan tim penyidik kepadanya, Yulian mengaku tak ingat pasti berapa jumlahnya. “Gak ingat, gak banyak (pertanyaannya),” kilahnya.

Bungkam Soal Materi Penyidikan

Lebih jauh, Yulian mengonfirmasi bahwa arah pertanyaan penyidik KPK masih berkutat pada materi yang sama seperti pemeriksaan hari-hari sebelumnya. “Masih sama dengan yang kemarin, melanjutkan yang kemarin,” tambahnya.

Namun, saat didesak lebih dalam mengenai detail materi pertanyaan yang diajukan penyidik, Sekda memilih menutup rapat mulutnya. Ia berdalih hal tersebut sudah bukan wewenangnya untuk dibeberkan ke publik.

Baca Juga:Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62, Lapas Pekalongan Salurkan Sembako untuk Purna PegawaiTancap Gas! Proyek Jalan Pantura Pekalongan-Plelen Digeber, Akhir April Target 4,5 Km Mulus Dicor Beton

“Kalau soal itu sudah masuk materi penyidikan, jadi saya tidak bisa menyampaikan,” tegas Yulian.

0 Komentar