RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kabar kurang sedap menghampiri para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kendal. Lonjakan harga bahan baku plastik yang gila-gilaan dalam beberapa bulan terakhir sukses bikin para pedagang kecil menjerit dan pusing tujuh keliling!
Sektor usaha yang paling kena mental dari fenomena ini adalah para pengusaha katering dan lapak es teh jumbo yang belakangan tengah menjamur. Betapa tidak, meroketnya harga kemasan sekali pakai ini langsung mengiris tipis ongkos produksi mereka.
Curhatan pilu datang dari Sukron Hidayat, bos ‘Nurul Katering’ di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel. Demi menyelamatkan napas usahanya agar tak gulung tikar, ia terpaksa mengambil langkah tak populer: menaikkan harga jual!
Baca Juga:Cegah Gagal Panen Imbas Longsor, Petani Gondoharum Kendal Rawat Irigasi Lewat Tradisi DawuhanAwas Offside! DPRD Ingatkan Plt Bupati Pekalongan Tak Bisa Asal Mutasi Pejabat & Pakai Mobil G1
Ia membeberkan, semua jenis plastik pembungkus makanan harganya meroket tajam tanpa ampun, dari ujung ke ujung.
“Termasuk kertas minyak untuk alas nasi dan plastik OPP seal yang ujungnya perekat, semuanya naik signifikan,” keluh Sukron saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2026).
Terpaksa Naikkan Harga Demi Bertahan
Pria yang sudah banting tulang membesarkan bisnis katering sejak 2013 ini merinci, sebelum badai harga plastik menyerang, satu paket snack (isi empat macam makanan ringan plus air mineral gelas) dibanderol Rp 7.500. Kini, harganya terpaksa dipatok menjadi Rp 8.000 per kotak.
Sementara itu, untuk paket nasi kotak beserta lauk pauknya, harganya terkerek naik sekitar Rp 1.000 per porsinya.
“Kami terpaksa menaikkan harga. Kalau tidak, margin bisa habis. Untungnya pelanggan masih memaklumi,” tegasnya beralasan.
Saking fluktuatifnya harga plastik di pasaran, Sukron menyebut para pedagang toko peralatan hajatan bahkan harus bolak-balik mengecek buku catatan dari supplier demi memastikan harga ter- update. Ia sangat berharap badai harga ini segera reda agar pesanan hajatan, rapat kantor, maupun kegiatan sosial masyarakat tetap mengalir deras.
Penjual Es Teh Jumbo Ikut Galau Berat!
Jika pengusaha katering memilih menaikkan harga, nasib super galau dan dilema justru tengah menyelimuti para bakul es teh jumbo. Nabila, seorang barista di outlet es teh jumbo kawasan Desa Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, mengaku pihaknya masih mati-matian menahan harga lama agar pelanggan tak kabur.
