RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, resmi meluncurkan program studi (Prodi) baru di bidang Kuliner pada Jumat, 10 April 2026. Pembukaan jurusan ini merupakan langkah inovasi sekolah dalam merespons tingginya kebutuhan tenaga kerja dan pesatnya tren industri makanan di tengah masyarakat.
Kepala SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Muhammad Pasa Hidayat, mengungkapkan bahwa keputusan pembukaan Prodi Kuliner ini didasarkan pada hasil riset lapangan yang matang serta jajak pendapat dengan para orang tua siswa.
“Kami menyerap aspirasi masyarakat yang menginginkan sekolah ini semakin berkembang. Berdasarkan polling dan penelitian lapangan, kuliner menempati rating tertinggi. Hal ini terlihat dari menjamurnya UMKM kuliner baru di wilayah Kedungwuni,” kata Pasa saat memberikan keterangan resmi.
Baca Juga:Kasus Koperasi Bodong di Batang, 16 Pedagang Lapor Polisi, Pengawasan Disperindagkop Disorot TajamCegah Gagal Panen Imbas Longsor, Petani Gondoharum Kendal Rawat Irigasi Lewat Tradisi Dawuhan
Lebih lanjut, Pasa memaparkan bahwa peluang karier di sektor tata boga terbentang sangat luas, mulai dari skala usaha mikro hingga industri pariwisata dan perhotelan internasional.
Untuk memastikan kualitas kompetensi siswa, pihak sekolah menyusun kurikulum secara komprehensif dengan menggandeng berbagai mitra strategis di Kabupaten Pekalongan.
“Kami menggandeng pakar gizi dan perhotelan. Jadi, lulusan kami tidak hanya mahir memasak, tapi juga mampu menimbang kadar gizi masakan mereka. Dengan tenaga pengajar lulusan terbaik UNNES, kami yakin lulusan kuliner SMK Muhammadiyah Kedungwuni akan terserap 100 persen di industri,” tuturnya menegaskan.
Dukungan Penuh Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah
Langkah progresif manajemen sekolah ini mendapat apresiasi penuh dari Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, M. Basori Anwar. Ia menilai terobosan ini sangat relevan dengan tingginya minat masyarakat Pekalongan terhadap dunia kuliner.
“Launching ini menunjukkan bahwa SMK Muhammadiyah Kedungwuni adalah sekolah yang penuh inovasi dan punya visi ke depan. Kami dari pimpinan daerah memberikan dukungan penuh 100 persen untuk program baru ini agar sekolah semakin jaya,” ucap Basori.
Dukungan serupa turut disuarakan oleh perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kedungwuni, Budiyati. Ia memandang kehadiran jurusan kuliner ini sebagai kawah candradimuka yang tepat untuk mencetak bibit-bibit wirausaha muda yang mandiri secara ekonomi.
