RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Pekalongan mengikuti pelatihan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Edukasi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital generasi muda dalam menyikapi pesatnya kemajuan teknologi.
Kegiatan yang mengusung tema “AI Ready ASEAN” tersebut dilangsungkan di Aula Wicaksana Laghawa Polres Pekalongan Kota pada Kamis (9/4/2026). Program pembekalan ini merupakan inisiatif kolaborasi antara Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan Kota dengan organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO).
Kepala Polres (Kapolres) Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen institusi Polri dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tengah era disrupsi teknologi.
Baca Juga:Harga Plastik Meroket Bikin UMKM Kendal Menjerit! Bakul Es Teh Jumbo Galau, Katering Terpaksa Naikkan HargaKasus Koperasi Bodong di Batang, 16 Pedagang Lapor Polisi, Pengawasan Disperindagkop Disorot Tajam
“Ini merupakan wujud kepedulian Polres Pekalongan Kota kepada generasi penerus bangsa, khususnya generasi Z,” ujar AKBP Riki Yariandi saat memberikan sambutan.
Dalam arahannya, Riki mengingatkan agar kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi AI dapat disikapi secara bijak oleh para pelajar. Ia menggarisbawahi pentingnya menempatkan AI semata-mata sebagai alat bantu, bukan sebagai substitusi yang menciptakan ketergantungan absolut dalam kehidupan sehari-hari.
Riki juga mendorong ratusan peserta yang hadir untuk menyerap seluruh materi pelatihan dengan antusiasme dan keseriusan penuh.
“Jadikan pelatihan ini sebagai sarana belajar yang menyenangkan. Ciptakan suasana riang gembira, namun tetap fokus dan serius, sehingga adik-adik semua dapat menggunakan AI secara efektif dan efisien,” tambahnya.
Penyelenggaraan literasi digital ini pun disambut hangat oleh para siswa. Salah satu peserta pelatihan, Karida Angel, mengungkapkan antusiasmenya karena mendapatkan wawasan praktis yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan, sekaligus menambah ilmu baru bagi kami,” tutur Karida.
Melalui program kolaboratif ini, pemerintah dan aparat penegak hukum berharap para pelajar tidak hanya fasih mengoperasikan teknologi AI, tetapi juga memiliki landasan etika untuk menggunakannya secara cerdas, kritis, dan penuh tanggung jawab. (way)
