Pertumbuhan Kinerja Perkuat Layanan Jasa Raharja bagi Masyarakat

Layanan Jasa Raharja
PT Jasa Raharja (Persero) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025.
0 Komentar

Selain itu, perusahaan kembali mempertahankan peringkat idAAA/Stable, yang mencerminkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang. Menurut Awaluddin, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari aspe finansial, tetapi juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, kinerja

keuangan yang sehat harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Karena itu, Jasa Raharja akan terus memperkuat digitalisasi layanan, memperluas kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menghadirkan layanan perlindungan dasar yang semakin cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat,” ujarnya.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pelaksanaan Program Tanggung Jawa Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2025, Jasa Raharja merealisasikan Program TJSL sebesar Rp32,33 miliar, disertai berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta kegiatan sosial yang seluruh indikator kinerjanya mencapai target.

Baca Juga:Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan NasionalSinergi Lembaga Wakaf MES Pekalongan, BI Tegal dan Dompet Dhuafa, Sukses Kumpulkan Rp70 Juta dalam Tiga Hari

Sejalan dengan penguatan kinerja keuangan, Jasa Raharja juga terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui percepatan proses penyerahan santunan serta optimalisasi layanan digital. Hingga Juni 2026, perusahaan telah menyalurkan santunan sebesar Rp1,61 triliun kepada 74.934 korban kecelakaan.

Dari total santunan tersebut, pembayaran santunan korban luka-luka melalui mekanisme guarantee letter (GL) mencapai Rp849 miliar atau sekitar 99 persen dari total santunan luka-luka.

Awaluddin mengatakan bahwa peningkatan kualitas layanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi perusahaan yang berorientasi pada pelayanan publik. “Melalui penguatan digitalisasi, integrasi layanan dengan Polri dan rumah sakit, serta kolaborasi bersama para pemangku kepentingan, kami ingin memastikan setiap korban kecelakaan memperoleh perlindungan secara optimal,” ujarnya.

Kecepatan pelayanan juga terus menunjukkan hasil positif. Hingga Juni 2026, rata-rata waktu penyelesaian santunan meninggal dunia tercatat hanya 1 hari 1 jam, didukung kerja sama dengan 2.853 rumah sakit di seluruh Indonesia.

Di sisi pencegahan, Jasa Raharja juga terus memperkuat program keselamatan transportasi bersama para pemangku kepentingan. Sepanjang semester I 2026, perusahaan telah merealisasikan 4.366 program keselamatan transportasi, yang meliputi edukasi keselamatan, penguatan infrastruktur, operasi bersama linta instansi, riset wilayah rawan kecelakaan, hingga pengembangan inovasi teknologi keselamatan.

0 Komentar