Setiap bentuk laku memiliki makna simbolis tersendiri, mulai dari pengendalian diri hingga ungkapan syukur dan permohonan perlindungan.
Pada akhirnya, praktik tersebut merupakan bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa.
Pelaksanaannya pun dapat menyesuaikan keyakinan masing-masing, terutama ketika tradisi tersebut telah berpadu dengan ajaran agama.
