Hari Baik Khitanan atau Sunatan Anak Menurut Primbon Jawa dan Cara Menentukannya!

Hari baik khitanan atau sunatan anak menurut primbon Jawa
Hari baik khitanan atau sunatan anak menurut primbon Jawa / sumber: magnific.com
0 Komentar

Bulan Jawa yang Dianggap Baik untuk Khitanan

Selain weton, bulan Jawa atau sasi juga menjadi bagian dari petungan. Beberapa bulan dianggap lebih baik untuk mengadakan hajatan khitanan.

Bulan yang sering direkomendasikan antara lain:

  • Jumadil Akhir, yang dikaitkan dengan kelimpahan harta.
  • Rajab atau Rejeb, yang dikaitkan dengan keselamatan dan banyak anak.
  • Ruwah atau Sya’ban, yang dikaitkan dengan keselamatan serta kedamaian.
  • Besar atau Dzulhijjah, yang dikaitkan dengan kekayaan dan kebahagiaan.

Sementara itu, beberapa bulan sering dihindari untuk menggelar khitanan, terutama Suro atau Muharram, Rabiul Awal atau Mulud, Puasa atau Ramadhan, serta Dzulqaidah yang dikenal sebagai Apit atau Sela.

Ada pula perbedaan dalam sejumlah versi primbon. Misalnya, sebagian panduan masih memberikan pilihan hari tertentu untuk Suro, sementara versi lain justru melarang hajatan besar pada bulan tersebut.

Baca Juga:Hari Baik Menikah Menurut Primbon Jawa dan Cara Menghitungnya dari Weton, Neptu Pasangan, dan Bulan JawaHari Baik Bersedekah Menurut Islam yang Dianjurkan! Ada Jumat, Waktu Pagi dan Subuh Hingga Ramadhan!

Karena itu, keluarga biasanya mengikuti petungan yang digunakan sesepuh atau tradisi di daerah masing-masing.

Hari yang Baik dalam Setiap Bulan

Tidak berhenti pada pemilihan bulan, beberapa petungan juga memberikan rekomendasi hari tertentu untuk melaksanakan khitanan.

Berikut gambaran hari yang disebut baik dalam beberapa bulan:

  • Jumadil Akhir, Rajab, dan Ruwah: Sabtu dan Minggu.
  • Besar atau Dzulhijjah: Rabu dan Kamis.
  • Suro dan Safar: Rabu atau Kamis, meskipun Suro memiliki perbedaan tafsir antarprimbon.
  • Mulud, Rabiul Akhir, dan Jumadil Awal: Jumat.
  • Puasa, Syawal, dan Dzulqaidah: Senin dan Selasa.

Pilihan tersebut tetap bersifat tradisional. Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih spesifik, penentuan tanggal dapat kembali disesuaikan dengan weton anak.

Hindari Tanggal Sangar, Banaspati, dan Taliwangke

Primbon juga mengenal tanggal tertentu yang dianggap kurang baik untuk mengadakan hajatan.

Tiga istilah yang sering muncul adalah Sangar, Banaspati atau Banas Padewan, dan Taliwangke.

Beberapa tanggal yang disebut sebagai pantangan antara lain 18 Suro, 10 Safar, 8 Rabiul Awal, 11 Suro, 20 Safar, serta 10 dan 20 Rabiul Akhir.

Tanggal-tanggal tersebut tidak hanya dihindari untuk khitanan, tetapi juga dapat menjadi pantangan dalam hajatan lain seperti pernikahan dan syukuran.

Langkah Praktis Menentukan Tanggal Sunatan Anak

0 Komentar