Hari Baik Menikah Menurut Primbon Jawa dan Cara Menghitungnya dari Weton, Neptu Pasangan, dan Bulan Jawa

Hari baik menikah menurut primbon Jawa
Hari baik menikah menurut primbon Jawa / sumber: AI
0 Komentar

  • Sabtu = 9
  • Jumat = 6
  • Kamis = 8
  • Rabu = 7
  • Selasa = 3
  • Senin = 4
  • Minggu = 5

Perhitungan ini membuat tanggal yang baik untuk satu pasangan belum tentu menghasilkan pilihan yang sama untuk pasangan lainnya. Total neptu masing-masing calon tetap menjadi dasar.

Hari dan Pasaran yang Sering Dianggap Baik

Selain perhitungan personal, terdapat sejumlah kombinasi hari dan pasaran yang dalam beberapa sumber primbon sering disebut baik untuk pernikahan.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Sabtu Legi
  • Jumat Kliwon
  • Rabu Pahing

Namun, kombinasi tersebut tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai pilihan terbaik untuk semua pasangan.

Baca Juga:Hari Baik Membeli Tanah untuk Membangun Rumah Menurut Primbon Jawa! Bisa dari Neptu dan Pilihan BulanHari Baik Bersedekah Menurut Islam yang Dianjurkan! Ada Jumat, Waktu Pagi dan Subuh Hingga Ramadhan!

Hasilnya tetap perlu dicocokkan dengan total neptu kedua calon dan rumus sisa 3.

Dalam praktik keluarga Jawa, pertimbangan lain juga dapat digunakan. Salah satunya adalah menghindari hari geblak, yaitu hari yang berkaitan dengan wafatnya leluhur dekat, agar pelaksanaan hajatan tidak dianggap bertabrakan dengan hari tersebut.

Bulan Jawa yang Baik untuk Menikah

Primbon tidak hanya membahas hari dan pasaran. Bulan Jawa atau sasi juga menjadi salah satu pertimbangan ketika menentukan waktu hajatan pernikahan.

Beberapa bulan yang sering dianggap baik antara lain:

  • Jumadil Akhir, yang dikaitkan dengan kelimpahan harta.
  • Rajab, yang dikaitkan dengan keselamatan dan banyak anak.
  • Ruwah atau Sya’ban, yang dikaitkan dengan keselamatan dan kedamaian.
  • Besar atau Dzulhijjah, yang dikaitkan dengan kekayaan dan kebahagiaan.

Sebaliknya, ada sejumlah bulan yang dalam beberapa versi primbon kerap dihindari untuk menggelar pernikahan, seperti Sura atau Muharram, Sapar atau Safar, Mulud atau Rabiul Awal, Bakda Mulud atau Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Puasa atau Ramadhan, Sawwal atau Syawal, serta Sela atau Dzulkaidah.

Meski begitu, daftar tersebut tidak bersifat mutlak. Tafsir bulan dalam primbon dapat berbeda antara satu sumber dan daerah lainnya.

Sebagian keluarga tetap memilih menikah pada Syawal atau Ramadhan dengan pertimbangan agama dan kemudahan, kemudian lebih menitikberatkan perhitungan pada hari akad.

Langkah Praktis Menentukan Tanggal Pernikahan

Jika Kamu ingin menggunakan perhitungan primbon sebagai salah satu pertimbangan, prosesnya bisa dilakukan secara berurutan:

  • Catat weton lengkap kedua calon mempelai.
  • Hitung neptu hari dan pasaran masing-masing.
  • Jumlahkan neptu kedua calon untuk mendapatkan total neptu pasangan.
  • Tentukan beberapa kandidat tanggal pada bulan yang dianggap sesuai.
  • Gunakan rumus total neptu ditambah neptu hari akad, kemudian bagi 5.
  • Prioritaskan tanggal yang menghasilkan sisa 3.
0 Komentar