IAEI UIN Gus Dur Dorong Perempuan Cerdas Finansial, Kunci Ketahanan Ekonomi Keluarga

IAEI UIN Gus Dur
Para narasumber dan peserta berfoto bersama dalam kegiatan Financial Literacy for Women: Islamic Financial Planner di Hotel Aston Pekalongan, Sabtu (10/10/2026).
0 Komentar

Pemahaman terhadap modus-modus tersebut penting agar perempuan mampu mengenali potensi penipuan, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan lebih berhati-hati ketika menerima tawaran investasi maupun transaksi keuangan melalui media digital. Kehadiran Kepala OJK Tegal sebagai keynote speaker memperkuat pesan pentingnya literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan.

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pekalongan, Dra. Rita Rahmawati, yang hadir memberikan sambutan menekankan pentingnya perempuan mempelajari keuangan syariah. Menurutnya, penguatan pengetahuan keuangan merupakan bagian dari ikhtiar pemberdayaan perempuan dan keluarga, sekaligus sejalan dengan visi dan misi ‘Aisyiyah dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat.

Ia mendorong anggota ‘Aisyiyah untuk terus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga yang sehat, perencanaan masa depan, serta pemanfaatan produk keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan bekal pengetahuan tersebut, perempuan diharapkan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijaksana dan ikut membangun keluarga yang mandiri.

Baca Juga:Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi TransportasiJasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur

“Belajar keuangan syariah penting bagi perempuan dan keluarga. Hal ini sejalan dengan visi dan misi ‘Aisyiyah untuk meningkatkan kualitas kehidupan, pemberdayaan perempuan, serta membangun keluarga yang kuat dan berkemajuan,” katanya.

Branch Manager BSI Wahid Hasyim, Adipta Nur Pratama, memberikan materi mengenai investasi berbasis emas sebagai salah satu alternatif dalam perencanaan keuangan keluarga. Investasi emas dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi pengelolaan aset dan perencanaan keuangan jangka panjang. Namun, masyarakat tetap perlu memahami karakteristik produk, biaya, risiko, serta mekanisme transaksi sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi organisasi, regulator, dan lembaga keuangan dalam memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, IAEI UIN Gus Dur berharap semakin banyak perempuan yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara terencana, memahami investasi, dan menerapkan prinsip ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Perempuan yang cerdas finansial akan menjadi salah satu fondasi penting bagi keluarga yang mandiri dan tangguh. Dari keluarga yang kuat, ketahanan ekonomi masyarakat dapat dibangun secara lebih luas dan berkelanjutan.(nul)

0 Komentar