Ketentuan mengenai tanggung jawab tersebut juga ditegaskan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 80.
Suami memiliki kewajiban memberikan nafkah, menyediakan tempat tinggal, serta memenuhi biaya rumah tangga, perawatan, dan pendidikan anak.
Dengan demikian, istri yang bekerja bukan berarti suami boleh melepaskan tanggung jawab ekonominya.
Baca Juga:60 Nama Bayi Perempuan Islam Modern Beserta Artinya yang Indah dan Penuh Makna!Ini Keistimewaan Weton Selasa Wage Menurut Primbon Jawa dan Rahasia di Baliknya!
Apakah Gaji Istri Harus Diberikan kepada Suami?
Tidak. Penghasilan yang diperoleh istri dari pekerjaan, usaha, warisan, hadiah, maupun sumber halal lainnya merupakan hak pribadi istri.
Suami tidak dibenarkan mengambil atau memaksakan penggunaan uang tersebut tanpa persetujuan pemiliknya.
Jika istri ingin membantu kebutuhan keluarga menggunakan sebagian penghasilannya, hal itu diperbolehkan dan dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap pasangan.
Misalnya, istri bersedia membayar biaya pendidikan anak, membeli kebutuhan rumah tangga, atau membantu membayar cicilan tempat tinggal. Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada kerelaan, bukan tekanan.
Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk membicarakan pengelolaan keuangan secara terbuka.
Kesepakatan yang baik akan membantu menghindari kesalahpahaman mengenai pembagian tanggung jawab ekonomi.
Syarat Istri Bekerja agar Sesuai dengan Syariat Islam
Walaupun diperbolehkan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar aktivitas pekerjaan istri tetap sejalan dengan ajaran Islam.
Berikut beberapa ketentuan yang perlu dipertimbangkan:
Baca Juga:Ramalan Primbon Jawa Tanggal 3 November 2026 Weton Selasa Wage untuk Semua Orang Lengkap Dengan MaknanyaKarakteristik Pemilik Weton Selasa Wage Menurut Primbon Jawa! Ini Watak, Rezeki, Karier, dan Jodohnya
- Mendapatkan persetujuan suami. Terutama ketika pekerjaan mengharuskan istri beraktivitas di luar rumah. Komunikasi diperlukan agar keputusan tersebut tidak mengganggu keharmonisan keluarga.
- Pekerjaan yang halal. Sumber penghasilan tidak boleh berasal dari kegiatan yang dilarang agama, seperti penipuan maupun praktik riba.
- Menjaga aurat dan kehormatan. Istri tetap perlu memperhatikan pakaian, perilaku, dan batasan pergaulan sesuai tuntunan Islam.
- Tidak mengabaikan tanggung jawab keluarga. Pekerjaan sebaiknya diatur agar kebutuhan perhatian, pengasuhan, dan pendidikan anak tetap terpenuhi bersama suami.
- Tidak menimbulkan kemudaratan. Aktivitas bekerja perlu mempertimbangkan keselamatan, kesehatan, serta kondisi rumah tangga.
Ketentuan tersebut bukan berarti seluruh pekerjaan harus menjadi beban istri. Suami juga perlu terlibat dalam urusan rumah tangga dan pengasuhan anak.
Bagaimana Jika Suami Melarang Istri Bekerja?
Persoalan ini sering muncul ketika istri ingin membantu ekonomi keluarga, tetapi suami tidak memberikan izin.
