Berharap Memahami Pengarusutamaan Gender, 27 Lebe Kota Pekalongan Ikuti FGD yang Digelar DPMPPA

lebe kota pekalongan
Para Lebe se-Kota Pekalongan mengikuti FGD yang diselenggarakan DPMPPA. (Radarpekalongan.id/kominfo)
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Sebanyak 27 lebe Kota Pekalongan mengikuti forum grup discussion atau FGD yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak atau DPMPPA Kota Pekalongan di Ruang Jawa Hokokai Setda.

Kegiatan FGD ini diharapkan, para Lebe Kota Pekalongan yang merupakan garda terdepan di masyarakat bisa teradvokasi dengan pengertian dari pengarusutamaan gender, sehingga diharapkan ada keseimbangan antara laki-laki dan perempuan dapat tercapai.

Kepala DPMPPA, Sabaryo Pramono mengatakan, kegiatan FGD itu untuk membuka pemahaman dan pengetahuan dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan melalui strategi pengarusutamaan gender.

Baca Juga:Kualitas Pariwisata Kota Pekalongan Ditingkatkan, Dalam Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan Walikota dan WawalkotKado Dinas Pendidikan Kota Pekalongan untuk Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan Walikota Aaf dan Wawalkot Salahudin

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk membuka pemahaman dan pengetahuan para lebe kota pekalongan dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan, melalui strategi pengarusutamaan gender sebagai upaya meningkatkan indeks pembangunan gender dan indeks pemberdayaan gender di Kota Pekalongan khususnya,” ucapnya.

Pengarusutamaan gender merupakan salah satu strategi untuk menciptakan kondisi yang setara dan seimbang bagi laki-laki dan perempuan dalam memperoleh peluang dan kesempatan, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan, sehingga akan tercipta suatu kondisi keadilan dan kesetaraan gender.

 Menurut Sabaryo, persoalan perempuan tidak lagi dianggap memadai jika hanya dilihat sebagai masalah partisipasi perempuan dalam pembangunan.

“Tingginya partisipasi perempuan tidak serta merta mencerminkan peningkatan keberdayaan perempuan atau tercapainya keadilan dan kesetaraan gender,” tuturnya.

Sabaryo mengungkapkan, upaya memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender pun juga tidak lagi dianggap memadai jika tidak menyentuh akar permasalahan, yaitu hambatan kultural dan struktural yang terdapat di masyarakat.

“Tembok penghalang tersebut harus ditembus dengan memperteguh komitmen Negara terhadap keadilan dan kesetaraan gender dan menjadikannya sebagai agenda utama pembangunan,” tandasnya.

Lebe Kota Pekalongan Dorong Indeks Pembangunan Gender

Sabaryo berharap melalui kegiatan ini, para lebe kota pekalongan dapat mendorong peningkatan indeks pembangunan gender dan indeks pemberdayaan gender di Kota Pekalongan.

Baca Juga:Berharap Bisa Buka Usaha Sendiri, Dinperinaker Kota Pekalongan Buka Pendaftaran 3 Program Pelatihan KerjaYang Menarik dari Model Pembelajaran Program Takhasus MSI 14 Medono, Sangat Disarankan untuk Diikuti

BacaJuga : Makan Dekat Waktu Tidur, Stres dan Faktor Gender Jadi Penyebab Susah Turunkan Berat Badan

0 Komentar