6 Prinsip Persuasi, Dasar untuk Memengaruhi Orang Lain

Prinsip persuasi
Prinsip persuasi. (Sumber: freepik.com)
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID – Persuasi adalah proses di mana satu orang atau entitas mencoba mempengaruhi orang lain atau sekelompok orang untuk mengubah keyakinan atau perilaku mereka. Terdapat beberapa prinsip persuasi yang menjadi dasar berlakunya proses ini.

Persuasi jauh berbeda dari pemaksaan, di mana orang-orang yang menerima pesan memiliki pilihan apakah akan menindaklanjutinya. “Persuasi yang memaksa” mengacu pada indoktrinasi atau cuci otak, seperti yang mungkin terjadi dalam aliran sesat.

Persuasi bisa menjadi kekuatan dahsyat yang memengaruhi keputusan dan tindakan yang diambil orang. Pesan persuasif bersifat simbolis menggunakan kata-kata, gambar, dan suara dan dapat ditransmisikan secara verbal atau nonverbal, melalui media atau komunikasi tatap muka. Persuasi mungkin terbuka atau tidak kentara. Memahami prinsip persuasi dapat membantumu menjadi lebih sadar bagaimana kamu dipengaruhi dan memengaruhi oleh pesan persuasif.

6 Prinsip Persuasi

Sumber: freepik.com

Baca Juga:Kenali Pembentukan Sikap Manusia, 5 Faktor yang Memegang Pengaruh4 Kebiasaan untuk Sukses, Bangun Habit yang Dukung Hidupmu

Psikolog mengenali enam karakteristik persuasi, awalnya diidentifikasi oleh Robert Cialdini, PhD, pada tahun 1984. Prinsip-prinsip ini menjelaskan apa yang membuat pesan persuasif berpengaruh dan berhasil. Beberapa upaya persuasif dapat menggunakan beberapa taktik ini secara bersamaan.

Timbal Balik atau Resiprokal

Sebagai manusia, kamu cenderung ingin membalas kebaikan orang lain ketika mereka telah melakukan sesuatu untuk dirimu. Begitupun ketika kamu dapat dengan mudah membujuk seorang teman untuk membantumu jika kamu telah melakukannya untuk mereka.

Timbal balik menjadi salah satu prinsip persuasi, di mana orang akan lebih mudah dipengaruhi untuk mengambil sikap atau melalukan sesuatu oleh orang yang telah melakukan hal tertentu atau memberikan manfaat kepadanya, dibanding orang yang belum berkontribusi secara positif kepadanya.

Dalam konteks bisnis, timbal balik bisa berarti bersedia memberikan alamat email milikmu untuk menerima diskon atas pembelian yang kamu lakukan. Dengan begitu, orang yang menerima alamat email bisa mempromosikan produk mereka melalui perantara surat elektronik.

Kelangkaan

Kamu mungkin dibujuk untuk mengubah perilakumu jika kamu yakin bahwa kamu akan kehilangan akses ke sesuatu, atau bahwa itu tidak cukup untuk dibagikan. Kamu dapat melihat prinsip ini beraksi saat maskapai memberi tahumu bahwa hanya ada beberapa kursi tersisa di penerbangan yang sedang kamu pertimbangkan, atau pengecer mengiklankan obral waktu terbatas.

0 Komentar