68 Mahasiswa STMIK Widyapratama Terapkan Matkul Tehnoprenuership dan Kewirausahaan

EXPO STMIK WP
DAMPINGI - Penyelenggara Expo STMIK 2024, Much Rifqi Maulana MKom mendampingi mahasiswanya yang menggelar kegiatan EXPO STMIK 2024 di halaman kampus setempat, Kamis (11/7/2024).
0 Komentar

PEKALONGAN – Sebanyak 68 mahasiswa Sekolah Tinggi Managemen Ilmu Komputer (STMIK) Widya Pratama menerapkan ilmu mata kuliah (Matkul) Tehnoprenuership dan Kewirausahaan dengan menggelar kegiatan EXPO STMIK 2024 di halaman kampus setempat, Kamis (11/7/2024).

Dalam pantauan Radar, para mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan EXPO STMIK 2024. Ada yang buka stand kuliner, aplikasi, fashion hingga jasa. Merekapun saling jual dan beli. Sehingga terjalin hubungan yang saling menguntungkan.

Penyelenggara Expo STMIK 2024, Much Rifqi Maulana MKom menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk menfasilitasi gagasan atau ide dari 68 mahasiswa dalam menerapkan mata kuliah Tehnoprenurship dan Kewirausahaan. “Harapannya mahasiswa ketika lulus nanti bisa menciptakan peluang bisnis baru. Karena mereka sudah menerapkan mata kuliah Tehnoprenurship dan Kewirausahaan dengan berjualan,”ucapnya yang juga dosen mata kuliah Tehnoprenuership dan Kewirausahaan.

Baca Juga:Peringati Harkop ke 77, Kopena Bantu Rp 200 Juta kepada MWC NU Pekalongan BaratDinperinaker Gelar Pelatihan Craft dan Kuliner, Wawalkot Salahudin Berharap Ciptakan Peluang Bisnis Baru

Dengan kegiatan Expo STMIK 2024, lanjut Rifqi, diharapkan pula membuka mainset atau pola pikir mahasiswa. Karena mempraktikan langsung ilmu yang diperoleh selama kuliah dengan berwirausaha. “Jadi setelah lulus nanti, kami berharap mahasiswa bisa mandiri menciptakan peluang usaha baru,” tegasnya.

Karena kuliahnya di STMIK WP, sambung Rifqi lagi, maka usaha yang dipresentasikan mahasiswa harus berhubungan dengan komputer. Misalnya dalam produk, pemasarannya harus online, atau proses pembukuannya berkaitan dengan komputer.

Sementara itu, Ketua STMIK WP, Sattriedi Wahyu Binabar, S.Si, M.Kom mengapreasiasi kegiatan EXPO STMIK 2024. Karena produk yang dipamerkan sudah beragam, mulai kuliner, fashion, jasa aplikasi dan jasa lainnya.

“Saya berharap mahasiswa STMIK bisa menciptakan usaha sendiri. Karena berwirausaha itu menarik. Bisa mempraktekan langsung dengan menawarkan jualanya sendiri. Sehingga penghasilannya bisa unlimited,” bebernya.

Berbeda bila menjadi pekerja yang dibatasi penghasilan dan waktunya. Sedangkan bila menjadi entreprenuership akan mengasah kreativitas dan inovasi guna usahanya bisa eksis dan harapannya berkembang. “Karena peluang menjadi wirausaha itu peluangnya besar. Serta pendapatannya bisa bisa unlimited,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Drs Edi Sadono MPd mengapresiasi mahasiswa yang kreatif dalam menyuguhkan produk jualannya. “Kalau boleh saran, kalau bisa usahanya sendiri-sendiri. Jangan berkelompok. Karena melatih kemandirian, dan keuletan membangun usaha,” pungkasnya, (dur)

0 Komentar