Aktivitas Gunung Dieng Relatif Normal, Warga Diminta Tetap Jauhi Kawah Sileri

Aktivitas Gunung Dieng Relatif Normal, Warga Diminta Tetap Jauhi Kawah Sileri
PANTAUAN CCTV - Beginilah penampakan Kawah Timbang di lereng Dieng per 24 Januari 2023 dari CCTV Badan Geologi Kementerian ESDM. Kawah ini mengeluarkan CO2 yang beracun, sehingga masyarakat diminta tak mendekat. Dok. Badan Geologi KESDM
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang menginformasikan bahwa aktivitas Gunung Dieng yang berada di perbatasan Kabupaten Banjarnegera, Batang, dan Wonosobo, saat ini masih terpantau dalam kondisi relatif normal.

“Ya, masih terpantau normal. Namun demikian, kami minta warga yang berada di lereng Gunung Dieng seperti Desa Pranten dan Gerlang tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi, Selasa (24/1/2023).

Menurut dia, berdasar data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) disebutkan bahwa kondisi di sekitar Gunung Dieng cukup cerah dan mendung, angin bertiup lemah ke arah utara dengan suhu udara 12-19 derajat celcius.

Baca Juga:Baru Bulan Januari, Sudah 66 Lokasi di Kendal Dilanda BencanaJadi Ibu Kota dan Dilintasi Jalur Pantura, Kecamatan Kendal Malah Rentan Banjir

Adapun tingkat kegempaan tektonik lokal, kata dia, terjadi sebanyak 65 kali, amplitudo 6,7-427 mm, S-P 048-4,72 detik dengan durasi 4,44-29,5 detik.

Kemudian, konsentrasi gas CO2 di Kawah Timbang minimal 0,17 persen Vol, maksimal 0,20 persen vol, rata rata 0,19 persen vol.

Adapun untuk di Kawah Sikendang minimal 0,13 persen vol, maksimal 0,14 persen Vol, dan rata-rata mencapai 0,13 persen vol.

“Dengan tingkat aktivitas Gunung Dieng pada level II (waspada), maka masyarakat maupun wisatawan Dieng tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 1 Km meter dari bibir kawah,” katanya.

Selain itu, masyarakat tidak diperbolehkan mendekati kawasan sektor barat daya, selatan dan tenggara Kawah Timbang dalam jarak 500 meter agar terhindar dari aliran gas CO2 yang sangat berbahaya bagi kehidupan dan agar waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang karena dapat berpotensi terpapar gas CO2 yang berbahaya bagi kehidupan

Kemudian, masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki kawah-kawah di Komplek Dieng yang dapat berpotensi terjadi erupsi freatik berupa semburan lumpur atau lontaran material; dan di kawah-kawah dengan konsentrasi gas vulkanik yang tinggi dan berbahaya bagi kehidupan.

Ulul Azmi mengatakan kondisi aktivitas Gunung Dieng secara umum masih aman terkendali meski terjadi sedikit getaran namun belum membahayakan keselamatan manusia.

Baca Juga:Minta PPS Jaga Kesehatan, Bupati Dico: Tahapan Pemilu 2024 Panjang dan Melelahkan[CERBUNG] Sang Pemandu Lagu

Pemkab, kata dia, sudah menyiapkan empat titik evakuasi bagi warga Desa Pranten dan Gerlang, Kecamatan Blado di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara untuk mengantisipasi dampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Dieng.

0 Komentar