Dinarpus Ajukan 4 Perpustakaan untuk Akreditasi Standar Nasional

Dinarpus
PEMBINAAN - Dinarpus menggelar kegiatan desk Sistem Pelaporan Data Perpustakan (Simpeldapus) yang menyasar 330 perpustakaan binaan.
0 Komentar

KOTA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) terus mengoptimalkan peran fungsi perpustakaan dengan target terus menambah jumlah perpustakaan standar nasional di Kota Pekalongan. Salah upaya yang dilakukan melalui kegiatan desk Sistem Pelaporan Data Perpustakan (Simpeldapus) yang menyasar 330 perpustakaan binaan.

Kabid Perpustakaan pada Dinarpus, Ismanto mengatakan, kegiatan Simpeldapus ini rutin dilakukan setiap tahun untuk memantau perkembangan serta hasil pembinaan terhadap perpustakaan di kota Pekalongan. Mulai dari perpustakan sekolah di tingkat SD/MI, SMP/Mts, SMA/SMK/MA, perguruan tinggi serta perpustakaan masyarakat. “Kita lakukan untuk mengharapkan adanya eksistensi dan kesinambungan antara perpustakan yang ada di kota Pekalongan,” katanya.

Disampaikan Ismanto, targetnya Dinarpus ingin melihat perkembangan perpustakaan terutama saat ini banyak terjadi pergantian pengelolaan di mana mereka butuh informasi ataupun keterampilan dalam pengolahan dan pengelolaan perpustakan. Kegiatan ini juga sebagai tolak ukur untuk prioritas perpustakaan mana yang harus dibina dalam waktu dekat dengan tujuan akhir mewujudkan perpustakaan berstandar nasional.

Baca Juga:11.658 Bilik Suara Pemilu TibaPemkot Hadiahkan Dua Sepeda Motor untuk Wajib Pajak

Ismanto menambahkan saat ini terdapat 3 perpustakan yang sudah terakreditasi atau berstandar nasional antara lain Perpustakan Daerah Kota Pekalongan, Perpustakaan SMAN 4 Kota Pekalongan dan Universitas Pekalongan. Di tahun ini pihaknya mengajukan 4 perpustakan sekolah untuk terakreditasi diantaranya SMAN 1, SMKN 2, MAN 1 dan Adz Zidni.

“Untuk standar akreditasi ada 9 komponen termasuk ada koleksi, jumlah, fasilitas pelayanan, ketenagaan pengelolaanya, regulasi yang diperlukan dalam rangka pengelolaan seperti SOPnya, bagaimana ruangan atau fasilitas yang disediakan dari perpus itu sendiri,” imbuhnya.

Ia berharap desk Simpeldapus dapat benar-benar menyinkronkan dan memvalidasi data Perpustakaan yang ada di lapangan, sehingga kondisi dan permasalahan dapat terpantau secara realtime serta ditemukan solusinya.(nul)

0 Komentar