Family Konstitusi

Family Konstitusi
disway.id
0 Komentar

Oleh : Dahlan Iskan

KELUARGA pun harus punya konstitusi. Terutama keluarga pengusaha.

Kian besar skala usahanya kian penting konstitusi itu. Namanya: Konstitusi Keluarga.

Itulah pokok bahasan seminar Family Constitution di Grand Hyatt Jakarta kemarin.

Baca Juga:Mantap! Pemkab Batang Peroleh Predikat Opini WTP 7 Kali Berturut turutKeren, Pencak Silat Indonesia Juara Umum SEA Games Kamboja, Nabil Haroen: Ini Prestasi Mendunia

Saya hadir di situ. Begitu banyak pengusaha yang mendengarkan paparan 7 pengusaha yang umumnya generasi kedua dan ketiga.

Cucu Ciputra Cita Ciputra Harun juga jadi pembicara. Ia cucu Ciputra. Anak Harun Hayadi, menantu almarhum Ciputra.

Keluarga Ciputra adalah pengusaha pertama yang memiliki konstitusi keluarga.

Bahkan, ujar Prof Dr Gracia Ugut, dekan Fakultas Ekonomi Universitas Putra Harapan Karawaci, konstitusi keluarga Ciputra itu sudah diamandemen tiga kali. Disempurnakan.

Kian banyak pengusaha memiliki konstitusi keluarga.

“Di Surabaya tahun ini ada dua,” ujar Hadi Cahyono, konsultan konstitusi keluarga dari Jakarta.

Hadi Cahyono kemarin juga jadi pembicara. Hadi memaparkan hasil risetnya mengenai perusahaan keluarga. Ia juga menciptakan teori segitiga perusahaan keluarga.

Sebagai doktor ekonomi yang punya spesialisasi perusahaan keluarga Hadi juga menjadi inisiator berdirinya pusat riset dan studi perusahaan keluarga. Pusat riset itu berada di fakuktas ekonomi Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta.

Rektor Untar Prof Dr Agustinus Purna Irawan dan Dekan Fakultas Ekonomi Dr Sawidji Widoatmodjo ikut menggunting pita peresmian pusat studi dan riset itu. Hadi Cahyono, dari Helios, menjadi direktur pusat riset itu.

Baca Juga:Tertarik Ikut Rekrutmen Bersama BUMN 2023, Begini Alur PendaftarannyaJangan Sampai Kelewatan, BUMN Buka rekrutmen 2.000 Lowongan Kerja

“Untar tahun ini naik ke kelas bintang 4 dunia. Kami ingin naik kelas lagi ke bintang lima,” ujar Sawidji. Saya pun menyalami semua pimpinan universitas atas prestasi itu.

“Motto kami juga akan berubah. Dari ‘untuk Indonesia’ menjadi ‘untuk dunia’,” ujar Rektor Agustinus.

Selama ini yang fokus ke ilmu perusahaan keluarga barulah Universitas Ciputra Surabaya. Dan Untar tidak hanya menyusul tapi sekaligus melompat. Yakni dengan membangun pusat studi dan riset.

Semua pembicara memang membahas jargon lama di perusahaan keluarga: generasi pertama merintis dan mendirikan, generasi kedua membesarkan dan generasi ketiga menghabiskan atau menghancurkan.

Ternyata, kata Hadi Cahyono, itu tidak hanya jargon di Indonesia. Juga di Amerika, Inggris dan Jepang.

0 Komentar