Memahami Konsep Hablumminal Alam Bentuk Melestarikan Lingkungan, Berikut 4 Tahap yang Wajib Diamalkan

akibat tidak menjaga hablumminal alam sebagai bentuk nyata melestarikan lingkungan (freepik.com)
akibat tidak menjaga hablumminal alam sebagai bentuk nyata melestarikan lingkungan (freepik.com)
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID – Sikap hablumminal alam bentuk melestarikan lingkungan menjadi tanggung jawab manusia. Sebagai seorang khalifah di bumi, manusia memiliki tugas untuk menjaga kelestarian alam yang meliputi daratan, lautan, angkasa, flora dan fauna.

Hablumminal alam di sini merupakan bentuk akhlak terhadap alam dan lingkungan sekitar. Allah SWT telah menciptakan alam dan apa yang ada di dalamnya untuk manusia, sebagai pemenuhan kebutuhan hidup dan bekal untuk beribadah.

Maka sudah semestinya sebagai manusia menjaga alam agar tetap lestari dan bisa dimanfaatkan berbagai hasil buminya untuk jangka panjang.

Baca Juga:Penerapan Hablum Minallah dalam Kehidupan Sehari-hari, Simak 6 Cara Berikut!Sering Diamalkan, ini 5 Nilai Akhlak Terpuji dalam QS Al-‘Ashr

Penerapan Hablumminal Alam Bentuk Melestarikan Lingkungan

Kesadaran yang tinggi terhadap hablumminal alam harus dihadirkan sejak dini dan dibiasakan sesering mungkin. Jika kita coba melihat kondisi alam saat ini sungguh sudah di tahap yang memprihatinkan.

Banjir sudah seperti hal yang wajar saat musim hujan. Masalah sampah masih menjadi PR yang tak kunjung usai. Sungai, saluran air, bahkan laut sudah beralih fungsi sebagai tempat pembuangan sampah.

Saat musim panas ekstrem, kebakaran hutan terjadi di mana-mana. Menimbulkan kerugian yang tidak hanya dalam segi materi, tapi juga kesehatan dari asap yang ditimbulkan. Paparan sinar ultraviolet di musim panas juga sangat berbahaya dampaknya bagi kulit manusia.

Belum lagi kasus yang sedang ramai diperbincangkan, tentang polusi di ibukota yang menyebabkan kualitas udara memburuk. Dampak dari polusi ini sudah banyak dirasakan oleh warga ibukota. Dari mulai sesak nafas, batuk, sampai infeksi saluran pernapasan akut.

Dampak buruk akibat kerusakaan lingkungan yang terjadi pastilah akan kembali lagi kepada manusia juga. Membiarkan apalagi turut melakukan perbuatan yang merusak lingkungan sama saja dengan menjerumuskan diri dan keluarga terhadap kerugian yang nyata dampaknya.

Jika sudah begini lantas siapa yang harus bertanggung jawab? Tidak akan ada habisnya jika hanya saling mengandalkan tanpa ada action yang nyata.

0 Komentar