Hutan Pinus di Kandangserang Terbakar

Hutan Pinus di Kandangserang Terbakar
PROSES PENDINGINAN: Petugas Damkar Kabupaten pekalongan melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran lahan di Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, kemarin.
0 Komentar

**Kebakaran juga Terjadi di Desa Kayugeritan dan Petungkriyono

KANDANGSERANG – Diduga akibat ulah manusia tak bertanggung jawab yang membakar rumput kering, hutan pinus di petak 87f RPH Kandangserang, BKPH Paninggaran, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur terbakar, Senin (25/9/2023).

Personel RPH Kandangserang bersama dengan penyadap dibantu masyarakat Desa Luragung, LMDH, Pemerintah Desa Luragung, Babinsa Koramil Kandangserang, Polsek Kandangserang, dan staf kecamatan berhasil memadamkan kebakaran hutan itu. Sehingga kebakaran hutan pinus di wilayah pegunungan ini tak meluas.

Selama satu jam, petugas bersama warga memadamkan kebakaran hutan pinus di Desa Luragung. Api dapat dipadamkan pukul 11.30 WIB.

Baca Juga:Go Internasional, SMAN 2 Batang Datangkan Guru Bahasa Asing Kerjasama BRIDGE AustraliaBupati Pekalongan Janji Naikkan Hadiah, Juara 1 dan 2 MTQ Nasional dapat Bonus Umroh

Menurut keterangan warga desa setempat, Komar, kebakaran hutan di Desa Luragung ini disebabkan ada orang tak bertanggung jawab membakar rumput kering, namun tak dipantau dengan baik. Sehingga api merembet ke kawasan hutan. “Alhamdulillah kebakarannya cepat dipadamkan sehingga tidak meluas,” kata dia.

Kebakaran hutan di Kecamatan Kandangserang di hari yang sama terjadi dua kali. Siang hari di Desa Luragung. Malam harinya di Desa Tajur. “Semalam ada juga kebakaran di Sikutan arah Desa Tajur. Gombolan di bekas tebangan. Ndak ada pohonnya,” kata dia.

KEBAKARAN LAHAN DI KAYUGERITAN

Sementara itu, kebakaran lahan kemarin sore juga terjadi di Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar. Diduga penyebabnya sama. Ada orang tak bertanggung jawab membakar jerami atau rumput kering di area persawahan.

Api cepat meluas lantaran sore itu cuaca cukup terik dan angin kencang. Puluhan warga langsung berupaya memadamkan kebakaran lahan dengan alat seadanya. Pasalnya, jarak lahan yang terbakar dengan pemukiman warga hanya beberapa meter saja.

“Tretek tadi lihat api sangat besar dan cepat merembetnya. Angin kencang juga. Takutnya merembet ke rumah warga karena jaraknya ndak jauh,” ujar Sikom (50), warga setempat.

Purwanto (43), warga lainnya mengatakan, kebakaran lahan diduga akibat pencari rumput yang membakar rumput kering atau jerami kering di sawah. Namun api menjadi tak terkendali lantaran cuaca panas dan angin kencang.

“Puluhan warga yang tadi masih banyak bekerja di Sungai Sengkarang dan puluhan warga lainnya turun semua berusaha memadamkan kebakaran lahan, sebab lokasinya ndak jauh dari rumah warga,” kata dia.

0 Komentar