4 Komponen Nonviolent Communication: Buat Hubunganmu Kian Membaik!

Komponen nonviolent communication
Komponen nonviolent communication. (Sumber: freepik.com)
0 Komentar

Nonviolent communication atau komunikasi tanpa kekerasan adalah strategi komunikasi yang berfokus pada pengungkapan perasaan dan kebutuhan terdalammu secara jujur kepada seseorang, dan mampu mendengarkan perasaan mereka secara empatik. Terdapat komponen nonviolent communication yang dapat kamu praktikkan untuk mengadopsi pola komunikasi ini.

Bentuk komunikasi ini dikembangkan oleh seorang psikolog klinis bernama Marshall Rosenberg pada tahun 1960-an untuk mengatasi kekerasan dalam kota di kampung halamannya di Detroit, meskipun dapat bermanfaat untuk digunakan dalam setiap jenis hubungan, khususnya hubungan romantis.

Komunikasi tanpa kekerasan bertujuan untuk meningkatkan hubungan melalui pertukaran kasih sayang, kata Claudia de Llano, LMFT, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi dan penulis “The Seven Destinies of Love.”

Baca Juga:Mengatasi Hopeless Romantic, 4 Hal Ini Hindarkan Kamu dari JebakannyaHopeless Romantic: Baca 5 Tanda untuk Tentukan Apakah Kamu Termasuk di Dalamnya

Dalam artikel ini, akan dieksplorasi komponen nonviolent communication sehingga kamu dapat mempraktikkannya dan mendapatkan kualitas hubungan yang jauh lebih baik dari yang sudah kamu jalani selama ini.

Empat Komponen Nonviolent Communication

Komponen nonviolent communication. (Sumber: freepik.com)

Untuk mengadopsi jenis komunikasi ini, kamu perlu mengetahui 4 komponen nonviolent communication berikut ini.

  • Pengamatan atau Observasi
  • Perasaan
  • Kebutuhan
  • Permintaan

Pengamatan atau Observasi

Maksud komponen nonviolent communication berupa observasi adalah bahwa komunikasi melibatkan penggambaran unsur-unsur objektif dan faktual dari suatu situasi tanpa penilaian apa pun. Ini berfokus pada apa yang dapat diamati daripada diasumsikan atau ditafsirkan, yang terkadang salah.

Mencadangkan penilaian dapat membantu mencegah sikap defensif dan memberi ruang pasanganmu untuk terbuka kepadamu, kata Silva.

Contoh

Alih-alih mengucapkan: “Kamu selalu mengabaikanku.”

Coba katakan: “Aku perhatikan bahwa selama percakapan kita kemarin, kamu melihat ponselmu dan tidak menanggapi apa yang aku ucapkan.”

Perasaan

Mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi dapat membantumu memahami diri sendiri dan terhubung dengan pasangan. Ini dapat membantu pasanganmu memahami pengalamanmu dan mengenali kebutuhanmu.

Proses dalam komponen nonviolent communication ini melibatkan penjelajahan bagaimana kata-kata dan tindakan pasangan memengaruhi perasaanmu. Namun, penting untuk menguasai perasaanmu, daripada menghubungkannya dengan pasanganmu.

Contoh

0 Komentar