Masa Emas, Anak-anak PAUD Perlu Diberikan Pengalaman Positif yang Membekas

pengalaman positif
MENGGEMBIRAKAN - Meski cuaca panas, ratusan anak-anak usia dini tetap antusias mengikuti prosesi manasik haji yang diselenggarakan IGPAUD MNU di Lapangan Desa Wonosari.
0 Komentar

KENDAL – Usia balita disebut sebagai golden age yang amat penting dalam tumbuh kembang anak. Karena itu, penting untuk memberikan mereka pengalaman positif yang akan membekas sepanjang usianya.

Hal inilah yang mendasari Ikatan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Muslimat Nahdlatul Ulama (IGPAUD MNU) Kecamatan Patebon memberikan ‘pengalaman beribadah haji’ bagi ratusan anak usia dini yang berada di bawah naungan Muslimat NU Patebon, Ahad (22/10/2023) lalu, di Lapangan Desa Wonosari.

Menurut Siti Nafiatun selaku ketua panitia kegiatan, bahwa kegiatan manasik haji anak usia dini ini memang didesain secara khusus guna memberikan pemahaman mendasar tentang bagaimana aktivitas ibadah haji. Mereka dilatih tentang rukun-rukun haji serta nilai-nilai spiritual Islam sesuai kapasitas anak-anak.

Baca Juga:Kota Pekalongan Mulai Godok Penyusunan RPJPD 2025-2045Batang Masih Butuh 4.060 Kotak Suara

“Kami ingin menciptakan momen berharga di mana anak-anak dapat merasakan keindahan ajaran Islam dan mulai memahami arti penting ibadah haji,” ungkap Nafiatun seperti dilansir portal pcnukendal.com pada 25 Oktober 2023 siang.

Kegiatan manaik haji ini benar-benar berlangsung amat semarak. Pasalnya, tidak kurang dari 750 anak didik KB/TK/RA Muslimat NU se- Kecamatan Patebon dan TK/RA lain turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Manasik haji ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran keagamaan dan cinta kepada Allah sejak dini.

“Selain itu, pengalaman manasik haji ini juga bisa menjadi dasar yang kuat dalam membentuk karakter dan spiritualitas anak-anak,” tambah Nafiatun.

Seluruh rangkaian kegiatan sejak berangkat sampai pulang pun menjadi pengalaman yang tak lepas dari edukasi dan penanaman nilai-nilai spiritual bagi anak-anak. Diawali dengan membaca niat di sekolah masing-masing.

Selanjutnya, anak-anak diajak simulasi seperti menaiki pesawat terbang sambil melantunkan kalimat talbiyah. Sesampainya di lokasi yang disimulasikan sebagai Padang Arafah, anak-anak melakukan praktik salat jamak taqdim qosron Zuhur dan Asar yang diimami salah satu siswa TK Muslimat NU 07 Donosari.

Bahkan sebelum salat, siswa TK Muslimat NU 04 kebonharjo dan TK Muslimat NU 01 Wonosari juga mendapat tugas mengumandangkan azan dan iqomah. Sementara pembacaan Khutbah Haji dilakukan siswa TK Muslimat NU 06 Lanji dan doa haji oleh siswa TK Muslimat NU 02 Pidodo Wetan.

0 Komentar