Pengalaman Mahasiswa KH Abdurrahman Wahid Pekalongan Merayakan Idul Adha di Philadelphia USA sebagai Student Exchange

merayakan idul adha
Farah Farha UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, berfoto di depan Masjid Al-Aqsa, Philadelphia, Amerika Serikat.(foto/istimewa)
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Farah Farhat, mahasiswi program studi sarjana Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, merasakan pengalaman baru merayakan Idul Adha di Philadelphia, Amerika Serikat.

Lewat tulisannya, Farah berbagi kepada radarpekalongan.id bagaimana rasanya untuk pertama kali merayakan Idul Adha di negara lain. Jauh dari keluarga dan teman-teman yang ada di Indonesia.

Farah merupakan salah satu peserta program pertukaran pelajar di Amerika Serikat selama 35 hari dari 21 Juni-26 Juli 2023.

Baca Juga:Komisi C DPRD Kota Pekalongan Pertanyakan Teknis Pemusnahan Obat Tahun 2022BI Tegal Gandeng 3 Perguruan Tinggi untuk Sosialisasikan Transaksi Digital dan QRIS Lewat KKN

Program yang dia ikuti adalah Study of the US Institute for Student Leaders on Religious Diversity and Democracy di Temple University, Philadelphia, Pennsylvania.

Dikatakan Farah, meski di Amerika Serikat Idul Adha bukan hari libur nasional, tetapi dia mengaku sangat bersyukur.

Sebab, Farah dan teman-teman muslim lainnya yang menjadi partisipan program SUSI mendapatkan waktu khusus untuk beribadah dan merayakan hari Raya Idul Adha di Philadelphia bersama komunitas Muslim yang ada di sana.

Dia bersama komunitas Muslim lain, melaksanakan salat Id pada Rabu, 28 Juni 2023. Dialogue Institute Temple University memberinya rekomendasi tempat untuk merayakan Idul Adha, yaitu di Al-Aqsa Islamic Society di Philadelphia.

Sebuah masjid yang menjadi tempat berkumpulnya komunitas muslim di Philadelphia yang berdiri sejak 1989 di Germantown Avenue, Philadelphia, Pennsylvania.

Mahasiswa UIN Gus Dur, Farah Farhat saat hadir dalam Eid Al-Adha Festival di Philadelphia, Amerika Serikat.(foto/istimewa)

“Pelaksanaan salat Id dimulai pada pukul 07.00 Waktu New York. Kami berangkat ke Masjid pada pukul 06.30 dan menempuh perjalanan selama 20 menit dari dormitori dengan berjalan kaki. Salah satu anggota SUSI dari kelompok Indonesia yang beragama Hindu juga ikut mengantar kami ke Masjid untuk ikut dalam perayaan,” tulis Farah.

Baca Juga:Masjid Al Hikmah Podosugih Potong 17 Sapi dan 2 Kambing untuk KurbanKota Pekalongan Raih UHC Tahun 2023, DPRD Berharap Masyarakat Miskin Lebih Mudah Akses Pelayanan Kesehatan

“Sesampainya di Masjid, kita disambut hangat oleh komunitas muslim Masjid Al-Aqsa. Walaupun saya pribadi belum berkesempatan untuk melaksanakan salat, tetapi saya tetap bisa merasakan atmosfer Hari Raya dengan mendengarkan lantunan takbir dan khutbah salat Id. Rasa rindu terhadap keluarga dan tanah air tidak bisa terbendung. Rasa haru sekaligus tidak menyangka dapat melaksanakan dan merayakan Idul Adha ribuan mil dari kampung halaman membuat saya tidak henti-hentinya meneteskan air mata,” tambahnya.

0 Komentar