Nahdlatul Ulama Tolak Politik Identitas

Nahdlatul Ulama Tolak Politik Identitas
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: Dok. PBNU)
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, JAKARTA – Nahdlatul Ulama menolak politik identitas. Sebab,saat ini kebutuhan akan wawasan yang rasional terhadap upaya memperjuangkan kemanusiaan secara keseluruhan semakin penting untuk dikembangkan.

Demikian diungkapkan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dalam Simposium Nasional Satu Abad NU di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (19/2/2023).

“NU ngotot menolak politik identitas. NU menolak identitas-identitas digunakan sebagai senjata politik untuk menggalang dukungan. Tidak identitas Islam, tidak juga identitas NU itu sendiri,” tegas Gus Yahya, Ahad (19/2/2023) dikutip dari nuonline nu.or.id.

Baca Juga:Skuad Pebalap Muda Astra Honda Siap Unjuk Prestasi Level Nasional hingga DuniaLatihan Dasar Kepemimpinan Membentuk Karakter Pemimpin Siswa MTs YMI

Disebutkan, bahwa pihaknya menolak terhadap praktik politik identitas lantaran NU tidak mau masuk ke dalam dinamika kompetisi politik yang hanya melulu didasarkan pada pembelaan identitas-identitas. Sebab, membela identitas akan cenderung mengarah pada kompetisi yang irasional atau tidak berdasar pada akal sehat.

“Kalau NU lawan yang bukan NU maka itu tidak ada argumen rasional di sana. Kalau bukan NU, pokoknya nggak mau. Kalau nggak qunut, nggak mau. Mulai puasanya bareng apa enggak? Kalau nggak bareng nggak mau. Tidak ada argumentasi rasional,” jelas Gus Yahya.

Kemudian apabila tidak ada argumentasi yang rasional di dalam kompetisi maka tidak akan ada pendidikan politik. Dampaknya, bakal timbuh demokrasi yang irasional. “Bahkan di sisi lain, ini akan sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap kiai yang memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Untuk itu, Gus Yahya meminta kepada semua pihak untuk mampu mengelola perbedaan-perbedaan yang ada di antara sesama anak bangsa, apa pun perbedaannya sehingga tetap dalam kerangka kesadaran persaudaraan. (*)

0 Komentar