Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Simak Bacaanya Sebelum Tunaikan Zakat untuk Sucikan Diri

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri
Niat zakat fitrah untuk diri sendiri. (Sumber: freepik.com)
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID – Hari raya idul fitri sudah di depan mata, tetapi sudahkah niat zakat fitrah untuk diri sendiri dilafalkan bersamaan dengan besaran zakat yang diberikan kepada amil?

Zakat merupakan pengeluaran tertentu dari harta yang dimiliki, yang kemudian disalurkan kepada 8 ashnaf atau orang yang berhak menerima zakat. Seseorang membayarkan zakat kepada amil untuk kemudian diorganisir penyalurannya.

Sedangkan zakat fitrah merupakan jenis zakat yang wajib dibayarkan di bulan Ramadan dengan syarat tertentu, dikenakan bagi setiap mukallaf dan yang ditanggung nafkahnya.

Baca Juga:Meluangkan Waktu Meski Sibuk, 6 Cara Meredakan Tekanan yang MengimpitmuMiliki Kebiasaan Makan Emosional? Ketahui 5 Langkah untuk Menghentikannya

Zakat fitrah ini disebutkan dengan istilah shadaqah al-fithri atau zakat al-fithroh. Para fuqaha atau ahli fiqih menyebut harta yang dikeluarkan zakatnya dengan sebutan fithroh.

Disebut zakat fithri karena kewajibannya dikenakan dengan masuknya Idulfitri pada akhir Ramadhan. Artinya zakat fithri adalah zakat karena berbuka dari berpuasa. Zakat ini ditunaikan dengan niat, baik buat untuk diri sendiri atau untuk keluarga seperti anak, istri, suami, dan lainnya.

Lantas, bagaimana lafal niat zakat fitrah untuk diri sendiri?

Hikmah Zakat Fitrah

Di antara hikmah zakat fithri adalah untuk menyucikan hati orang yang berpuasa dari perkara yang tidak bermanfaat dan kata-kata yang kotor, baik dengan membayarkan sendiri dengan niat zakat fitrah untuk diri sendiri, maupun dibayarkan oleh pencari nafkah atau lainnya dengan niat yang disesuaikan dengan hubungan orang yang membayar dan yang dibayarkan.

Ibnu Abbas radhiyallahuanhuma berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkara yang sia-sia dan perkataan kotor, sekaligus untuk memberikan makan orang-orang miskin.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Hukum Zakat Fitrah

Zakat fitrah dihukumi wajib untuk setiap umat Islam. Namun, terdapat beberapa syarat yang dapat menggugurkan kewajiban seseorang untuk membayarkan zakat baik dengan niat zakat fitrah untuk diri sendiri atau dibayarkan.

0 Komentar