NU Jateng Siapkan Generasi Emas dengan Konsumsi Produk Pangan Organik

NU Jateng Siapkan Generasi Emas dengan Konsumsi Produk Pangan Organik
Kegiatan Semiloka oleh MUI Jateng di Hotel Grasia Semarang. (Radarpekalongan.id/NU Online)
0 Komentar

SEMARANG,Radarpekalongan.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggalakkan gerakan pertanian organik sebagai salah upaya untuk memelihara ketahanan pangan nasional dan menguatkan generasi emas dalam menyongsong 1 abad Indonesia. Wakil Sekretaris PWNU Jateng H Muhammad Sochib mengatakan, dengan bercocok tanam secara organik maka secara langsung akan membebaskan para petani dari ketergantungan obat-obat kimiawi dalam mengelola lahan yang hasil panennya disiapkan menjadi penyangga stok pangan nasional.“Karena tidak menggunakan pupuk kimiawi, maka produk yang dikonsumsi akan berpengaruh pada ketahanan tubuh konsumen, imunnya lebih bagus,” kata kiai Shohib dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) bertajuk ‘Peran Ormas Islam Menyiapkan Generasi Emas’ yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah di Hotel Grasia Semarang, sebagimana dikutip di Nu.Online.Menurutnya, gerakan untuk kembali menggunakan sistem organik dalam menyiapkan komuditas pangan sekaligus mengkonsumsi komuditas pangan organik bagi NU adalah merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi emas dalam menyongsong era seabad Indonesia yang akan tiba 23 tahun mendatang.“Dengan mengkonsumsi produk organik, maka sejak dini generasi emas mendapat asupan makanan yang terjamin kualitas gizi dan kesehatannya, ini akan berpengaruh terhadap ketahanan fisiknya,” terangnya.Disampaikan, tidak mungkin generasi emas Indonesia akan sukses berkompetisi di ranah global pada era 100 tahun NKRI atau tahun 2045 mendatang kalau jiwa dan raganya tidak sehat.Karena itulah lanjutnya, NU mengambil peran yang mendasar sekali dalam menyiapkan generasi agar dapat berperan era seabad Indonesia. Saat ini lahan atau sawah yang digarap petani nahdliyyin dengan menggunakan sistem organik mencapai 600 hektar dan hampir dapat dipastikan akan terus bertambah.Dikatakan, tentunya masih banyak langkah lain yang ditempuh NU dalam menyiapkan generasi emas, apalagi momentum seabad NU juga dicanangkan untuk memantapkan posisi NU di pusaran global.“Jadi kami tidak berbuat untuk Indonesia saja, namun NU pada saat memasuki era 100 tahun kedua bertekad berkiprah untuk masyarakat dunia,” ujarnya.Ketua komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jateng KH Solehan yang memandu sesi terakhir semiloka menjelaskan, langkah-langkah besar NU dalam menyiapkan generasi emas tentu tidak lepas dari tantangan dan problematika yang ada saat ini.“Kami optimis NU bersama komponen bangsa yang lain akan mampu mengatasi problematika itu,” pungkasnya. (dur/nu.online)

0 Komentar