Pengurus FPK Tingkat Kecamatan se-Kota Pekalongan Resmi Dikukuhkan

FPK
PENGUKUHAN - Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Pekalongan H Kasiman Mahmud Desky mengukuhkan pengurus FPK Tingkat Kecamatan se-Kota Pekalongan, dalam rangkaian Harmoni Fest di halaman Kantor Pos Pekalongan, Minggu (26/11/2023).
0 Komentar

KOTA – Kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Tingkat Kecamatan se-Kota Pekalongan resmi dikukuhkan pada Minggu (26/11/2023).

Pengukuhan Pengurus FPK Tingkat Kecamatan se-Kota Pekalongan ini dilaksanakan dalam rangkaian acara ‘Harmoni Fest’ yang diselenggarakan FPK Kota Pekalongan di halaman Kantor Pos Pekalongan.

Pengukuhan dipimpin oleh Ketua FPK Kota Pekalongan H Kasiman Mahmud Desky, M.Ag. Dihadiri pula Ketua FPK Provinsi Jawa Tengah KH Muhammad Adnan, perwakilan Kesbangpol Kota Pekalongan, FKUB, perwakilan lintas etnis dan lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga:6.370 Sertifikat Program PTSL DibagikanHUT ke-39, SMPN 5 Batang Bangga Kenalkan Budaya Nusantara ke Masyarakat

Dalam sesi talkshow dengan tema ‘Keberagaman untuk Indonesia’, Ketua FPK Provinsi Jawa Tengah KH Muhammad Adnan menjelaskan bahwa FPK merupakan wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antar warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

FPK menjadi salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk menciptakan keharmonisan di antara ribuan suku atau etnis yang ada di Indonesia.

“Tiap etnis di Indonesia ini memiliki sub etnis, ada yang satu etnis punya puluhan sub etnis. Problem yang dihadapi pun beragam. FPK ini lintas etnis, jadi, impilkasinya juga lintas agama,” katanya.

Dalam tugasnya, FPK mengelola keragaman etnis, keragaman agama, agar terus harmonis dan ada pembauran. Semuanya menyatu dalam identitas kebangsaan Indonesia, atau Indonesia Tanpa Sekat.

Dirinya mengapresiasi dengan langkah FPK Kota Pekalongan yang sudah membentuk pengurus FPK di tingkat kecamatan. Dengan begitu, akan mempercepat langkah-langkah untuk membangun dan terus menjaga keharmonisan lintas etnis.

Selain itu, jika ada gesekan di tingkat bawah akan lebih mudah dideteksi. “Menurut saya ini Kota Pekalongan menjadi pionir. Saya juga mendorong agar kota kabupaten lain juga melakukan hal yang sama. Kalau bisa juga membentuk FPK Pemuda,” imbuhnya.

Ketua FPK Kota Pekalongan, H Kasiman Mahmud Desky, menambahkan bahwa FPK di Kota Pekalongan terbentuk sejak tahun 2021 lalu, semasa Wali Kota Saelany Machfudz.

Baca Juga:Pemilu, ASN Diharapkan NetralLagi, Penanam Modal Asing Tiongkok Tanam Investasi Rp1 triliun di KITB

Saat ini keberadaan FPK terus disosialisasikan ke masyarakat. Beberapa kegiatan juga sudah dilaksanakan, di antaranya berupa diskusi, seminar, dan sebagainya. Termasuk kegiatan Harmoni Fest yang saat ini sedang digelar.

0 Komentar