Peralihan Musim, BPBD Mulai Siaga

BPBD
PELATIHAN - Sekretaris BPBD Kabupaten Batang, Puji Setyowati bersama dengan narasumber lain saat memberikan materi di Hotel Sendang Sari, Rabu (22/11/2023).
0 Komentar

BATANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang menggelar rapat koordinasi penanganan pasca bencana bagi Tim Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana).

Sekretaris BPBD Kabupaten Batang, Puji Setyowati mengatakan, bahwa pelatihan digelar untuk menambah kapasitas dan mempersiapkan SDM Tim Jitupasna yang lebih unggul dalam menangani kondisi pasca bencana di Batang.

“Tim Jitupasna ini terdiri dari sejumlah OPD di Pemkab Batang, seperti Dinkes, DPUPR, DPRKP, dan Kesra. Serta juga ada dari PMI, komunitas hingga relawan,” ungkap Puji Setyowati, usai acara di Hotel Sendang Sari, Rabu (22/11/2023).

Baca Juga:ASN Dilarang Gunakan 10 Pose untuk BerfotoPanwaslu Diminta Solid Awasi Masa Kampanye

Ia mengharapkan, dengan adanya pelatihan tersebut, Tim Jitupasna lebih siap dalam menangani setiap kejadian pasca bencana di wilayah Kabupaten Batang.

Menurutnya, pelatihan itu digelar sejak dini mengingat daerah ini akan memasuki masa transisi atau peralihan musim dari kemarau ke penghujan, di mana potensi bencana di musim itu diperkirakan akan lebih tinggi.

“Batang mempunyai 9 potensi bencana alam. Namun pada musim penghujan nanti, kami telah mengkaji ada 4 potensi bencana yang bisa saja terjadi, seperti bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor (Bandar, Blado, Pecalungan, Bawang, Reban, Tersono), dan angin puting beliung (pohon tumbang),” terangnya.

BPBD bersama Tim Jitupasna, kata dia, akan melakukan asesmen, terkait korban maupun kerugian yang dialami oleh Masyarakat pasca terjadinya bencana.

“Minimal dua minggu pasca terjadi bencana kami akan menggelar rakor untuk menentukan langkah dan bantuan apa saja yang akan diberikan. Adapun bantuan tidak hanya berupa pangan, melainkan juga bisa non pangan, seperti bantuan fisik (perbaikan infrastruktur ataupun rumah),” katanya.

Dijelaskan dia, pihaknya juga bisa melibatkan masyarakat yang tergabung dalam relawan Si Pitung (Siaga Pitulungan). Di mana di setiap desa terdapat 7 orang pilihan yang tergabung dalam Si Pitung tersebut. Kemudian, lanjut dia, juga ada Desa Tangguh Bencana, yang juga bisa ikut bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Di Batang, Desa Tangguh Bencana baru terbentuk di Gerlang, Pranten, dan Kedawung. Namun Insya Allah, tahun depan kami akan melakukan pembentukan lagi,” terangnya.

0 Komentar