Rebound Relationship: Jangan Mulai Hubungan Baru Jika Belum Selesai dengan Masa Lalu

Rebound relationship. terjalin sebelum selesai dengan masa lalu
Rebound relationship. terjalin sebelum selesai dengan masa lalu. (Sumber: freepik.com)
0 Komentar

Istilah rebound relationship mewakili situasi di mana hubungan dijalin atas dasar reaksi terhadap hubungan sebelumnya, di mana salah satu atau keduanya masih terjebak dengan masalah yang mereka hadapi di hubungan masa lalu.

Berada dalam sebuah hubungan baru memang dapat sangat menarik dan menyenangkan. Akan tetapi, ketika seseorang baru saja usai dengan hubungan yang lalu dan ada hal yang belum selesai, maka hubungan baru yang terjalin hanya akan menjadi sebuah rebound relationship.

Micaela Stein, seorang Pekerja Sosial Klinis Berlisensi di Humantold mengungkapkan bahwa hubungan ini sering kali berjalan secara singkat dan membingungkan. Orang cenderung tidak yakin dengan apa yang mereka inginkan karena masih sangat terhubung secara emosional dengan hubungan di masa lalu.

Karakteristik Rebound Relationship

Baca Juga:Membaik Setelah Putus, Lakukan 6 Hal Ini Agar Tidak Sedih Berlarut-larutHarus Gimana Kalau Jadi Korban Ghosting? Hadapi Situasi dengan 5 Langkah Ini

Stein turut menjelaskan bahwa seseorang dapat mengidentifikasi apakah mereka terjebak dalam hubungan ini atau tidak dengan meneliti karakteristik berikut.

Baru saja putus. Sudah sangat pasti bahwa tanda dari rebound relationship adalah bahwa ketika seseorang baru saja mengusaikan hubungan dengan mantan kekasih.

Membandingkan dengan mantan kekasih. Orang yang berada dalam rebound relationship biasanya sering membandingkan pasangannya dengan mantan kekasih.

Takut akan komitmen. Orang belum bisa beralih dari kehancuran hubungan sebelumnya, sehingga tidak ada kesiapan untuk menjalin hubungan baru. Mereka mungkin terbuka atas kedekatan dengan orang lain, tetapi tidak sampai pada tahap membangun komitmen.

Rebound relationship dapat terlihat berbeda dari tanda-tanda di atas. Akan tetapi, ketika kamu merasakan ada kehadiran orang ketiga dalam hubunganmu, entah itu melibatkan mantan kekasihmu atau pasanganmu, kamu perlu menyadari untuk mengatasinya.

Mengapa Orang Menjalin Rebound Relationship

Pilihan untuk menjalin hubungan semacam ini sering kali bukanlah tanpa alasan. Stein membuat daftar alasan yang bisa mendasari keputusan seseorang untuk memiliki rebound relationship.

Untuk Mengatasi Perpisahan

Putus bisa menjadi hal yang sangat menyakitkan dan sulit untuk dihadapi, pun membawa perasaan kesepian, kebingungan, dan ketidakamanan dalam waktu yang lama. Orang yang baru saja mengalami putus hubungan, cenderung mencari validasi, teman, dan distraksi dengan menjalin hubungan baru.

0 Komentar