Resisten Obat, Kasus TB-RO di Batang Sudah Capai 13 Orang

TB-RO
MOU - Yayasan Mentari Sehat Indonesia Jalin Mou dengan RSUD Batang
0 Komentar

BATANG – Angka kasus Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) di Batang hingga akhir tahun ini sudah mencapai 13 kasus. Hal ini seperti disampaikan Direktur RSUD Batang, Ali Balkhi didampingi Kepala bidang Pelayanan RSUD Batang, dr Feria saat kegiatan MoU dengan Yayasan Mentari Sehat Indonesia, Kamis (30/11/2023).

Ali Balkhi berharap, dengan adanya kerja sama ini nantinya angka kasus TB-RO, maupun TB-SO di Batang bisa berkurang. Lantaran adanya pendamping pengobatan dari Yayasan Mentari Sehat Indonesia.

“Data di kami untuk pasien TB-RO ada sekitar 13 orang. Dan untuk yang TB SO jumlahnya tidak terhitung. Sekitar 1.000 lebih. Oleh karenanya dengan MoU ini kami harap bisa menekan angka kasus TB di Kabupaten Batang,” imbuhnya.

Baca Juga:KPU Tetapkan 263 Lokasi Pemasangan APKDalam Sebulan, 7 Pengedar Narkoba dan Psikotropika Diringkus

Ketua Pusat Yayasan. Mentari Sehat Indonesia, Supriyanto menyebut pihaknya mendukung pemerintah dalam eliminasi penyakit TB pada 2030 mendatang. Dimana nantinya akan melakukan skrining dan juga pendampingan pasien TB, termasuk di Kabupaten Batang.

Ia menjelaskan, TBC SO adalah kondisi di mana kuman Mycobacterium tuberculosis masih sensitif terhadap Obat Anti TB (OAT) dengan masa pengobatan selama kurang lebih 6-9 bulan, sedangkan TBC RO adalah kondisi di mana kuman Mycobacterium tuberculosis telah mengalami kekebalan terhadap Obat Anti TB (OAT).

“Jadi nantinya setelah ini, kami juga akan berikan pendampingan juga ke pasien TB di Batang. Termasuk salah satunya ada juga bantuan untuk transport pengobatan Rp600 Ribu per bulan bagi pasien TB-RO selama pengobatan. Untuk jumlahnya akan sesuaikan pasien TB-RO di Batang,” pungkasnya. (nov)

0 Komentar