Studi Banding ke PDM GunungKidul, MT PDM Kendal Bawa Misi Sejahterakan Mubaligh

PDM Gunungkidul
STUDI BANDING - Rombongan MT PDM Kendal berfoto bersama dengan jajaran PDM Gunungkidul saat kegiatan studi banding akhir pekan kemarin.
0 Komentar

KENDAL – Isu kesejahteraan mubaligh Muhammadiyah menjadi bahasan utama dalam kegiatan studi banding Majlis Tabligh (MT) PDM Kendal ke PDM Gunungkidul, Yogyakarta, baru-baru ini. Pasalnya, para mubaligh ini memiliki peran vital dalam membimbing warga Persyarikatan agar tetap memedomani Al-Qur’an dan Sunah melalui pendekatan Manjah Tarjih.

Mengingat perannya yang strategis ini, maka aspek kesejahteraan para mubaligh juga perlu menjadi perhatian serius Muhammadiyah. Dalam hal ini, Majlis Tabligh PDM Kendal terinspirasi dari program PDM Gunungkidul dalam menyejahterakan para mubalighnya.

Dikatakan Ketua PDM Gunungkidul, Sadmonodadi, bahwa seperti halnya amal usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan dan kesehatan, pengelolaan tabligh berikut mubalighnya juga perlu mendapatkan sentuhan profesional.

Baca Juga:Keberadaan Sekolah Non Formal Sukses Tarik 200 Anak Tidak Sekolah Kembali Jalani PendidikanRakor, Lazisnu Sosialisasikan Aplikasi Zisnu Koin untuk Permudah Transaksi ZIS

Terlebih, para mubaligh ini memainkan perannya sebagai pegawai Persyarikatan yang bertugas sebagai penggerak, penganjur dan pelaksana kegiatan dakwah dan tabligh kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat luas.

“Setiap muballigh melaksanakan kegiatan pengajian antara 3 – 5 kali per pecan. Muballigh wajib melaksanakan tugas pengajian pada waktu, tempat serta materi sesuai jadwal. Muballigh yang berhalangan bisa minta bantuan sesama muballigh untuk menggantikannya. Jika tidak mendapatkan pengganti wajib melaporkan kepada pengelola maksimal 6 jam sebelum jadwal pengajian untuk dicarikan solusi,” ungkap Sadmonodadi seperti dilansir kendalmu.or.id pada 28 November 2023.

Sebagai pegawai Persyarikatan, lanjut Sadmonodadi, maka mubaligh Muhammadiyah berhak mendapat gaji dan kesejahteraan lain dari kerja profesionalnya. Selain itu yang tak kalah penting juga mendapatkan pembinaan dan pengembangan kompetensi ilmu, amal dan akhlaqnya dari PDM.

Sementara Ketua Majelis Tabigh PDM Kendal, Muhammad Aliun, mengakui kondisi mubaligh Muhammadiyah di Kabupaten Kendal belum seprofesional seperti di Gunungkidul.

“Kami belum bisa menjadikan mubaligh Muhammadiyah sebagai satu-satunya pekerjaan profesional. Mereka berprofesi sebagai guru, dosen atau wiraswasta dan bertindak sebagai mubaligh apabila mendapat undangan dari Cabang atau Ranting atau masyarakat umum sebagai penceramah,” kata Aliun.

Karena itu, Aliun berharap segera mengagendakan sarasehan Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) guna membahas lebih jauh tentang penyejahteraan para mubaligh Muhammadiyah.

0 Komentar