Terlilit Utang, Suharti Terjun Ke Sungai Sragi

Terlilit Utang, Suharti Terjun Ke Sungai Sragi
Tim PMI Kabupaten Pekalongan mengevakuasi mayat wanita di Sungai Sragi. (Hadi Waluyo)
0 Komentar

KAJEN, Radarpekalongan.id – Diduga terlilit banyak utang, Suharti (45), warga Desa Boyoteluk Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun ke Sungai Sragi.

Pada awalnya, warga belum tahu jika itu adalah Suharti. Seorang nelayan bernama Tarjuki, warga Desa Depok Kecamatan Siwalan menemukan mayat wanita terseret arus Sungai Sragi di perbatasan Desa Boyoteluk dengan Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan, Selasa, 22 November 2022. Saat ditemukan, tak ada identitas diri pada tubuh korban.

Kapolsek Sragi AKP Nurcholis dikonfirmasi Rabu, 23 November 2022, mengatakan bahwa mayat wanita pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan warga Desa Depok.

Baca Juga:Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Sragi BaruPergeseran Tanah Masih Terjadi, di Lokasi Jalan Ambles di Sragi

“Mayat ditemukan dalam kondisi mengambang oleh Tarjuki warga Depok yang saat itu sedang menjaring ikan menggunakan perahu di Sungai Sragi,” ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 17.40 WIB, Tarjuki bergegas hendak pulang berusaha menepikan perahu yang dikendarainya. Namun ketika sampai di Sungai Sragi, tepatnya di dekat rumah pompa air Desa Depok, ia melihat sesosok mayat mengambang di tengah sungai dengan posisi telungkup.

Tarjuki lantas melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Depok Aiptu Agus Susanto.

Menurut AKP Nurcholis, dengan menggunakan perahu, pihaknya bersama petugas PMI Kabupaten Pekalongan berhasil mengevakuasi korban.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Kraton untuk dilakukan identifikasi oleh tim Inafis Polres Pekalongan.

Kapolsek menambahkan, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Untuk identitas korban akhirnya diketahui. Yakni Suharti (45), warga Desa Boyoteluk Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan.

Riyanto selaku kakak korban yang datang ke kamar jenazah memastikan, korban meninggal akibat bunuh diri. Penyebabnya, korban terlilit utang.

Baca Juga:Rumah Marwiyah Rawan Ambruk, Babinsa Koramil Bojong Bersama Warga Gotong-rotong MemperbaikinyaHumas Bawaslu Pekalongan Raih Penghargaan Terbaik 1 Kategori Produksi Video Pendek Berbasis Smartphone Se-Bawaslu RI

“Dia sejak pagi pergi. Masalah utang piutang akhirnya bunuh diri. Dulu waktu belum kawin pernah juga mencoba bunuh diri, namun tidak di sungai. Minum pil apa,” kata dia. (had)

CATATAN REDAKSI:

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa.

Bagi Anda pembaca atau orang yang Anda kenal merasa memerlukan layanan masalah kejiwaan, terlebih yang pernah merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan yang dialami ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, dokter, ataupun klinik kesehatan mental serta fasilitas layanan kesehatan terdekat yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

0 Komentar