[CERPEN] Si Senja Berdamai dengan Keadaan

[CERPEN] Si Senja Berdamai dengan Keadaan
Sumber foto: https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/
0 Komentar

“Iya say, jawabku memberanikan diri. Walaupun baru sekali kenal. Tapi buatku nyaman”. Seraya diiringi sorak sore teman-temanku.

Ya itulah. Pertama kali aku mengenal cewe cantik, pintar, mandiri dan ramah. Dan akhirnya aku pun menjalin hubungan cinta monyet dengan Dyah. Hingga bisa menyelesaikan aplikasi web laman anak-anak sekolah, serta akun youtube dan podcast anak-anak di sekolahku.

Alhamdulilah sayang, dari hasil karya kita dan teman-teman, sudah ada pemasukan. Tar aku sama Sekar dan kawan-kawa cewe yang lain akan merembug ini semua.

Baca Juga:[PUISI] Bersyukur[CERPEN] SINGKAT

“Oke sayang. Ini aku juga mau rapat dengan ketua OSIS terus bapak kepala sekolah bersama guru multimedia. Kelihatanya mereka pada gembira”. Uraiku sambil meremas tangan Dyah dengan mesra .

“Ingat sayang”. Ucap Dyah sambil ngomong, Kondisi yang tidak sesuai dengan harapan kita, kerap membuat kita grasa-grusu loh. Dan Merasa tidak karuan. Yang akhirnya menyalahkan keadaan. “Pokoknya, kita jangan sampai menyerah. Kegagalan bagi kita adalah kesuksesan yang tertunda”. Perintah Dyah sambil mencium pipik kiriku.

Woi..woi…masih siang woi..ujar Sekar.. Sabil cengengesan. “Nja..katakan pada Wawan nanti, ada lanjutan pada bait kedua dan seterusnya di lagu tersebut. Apapun yang terjadi. Ku kan selalu ada untukmu, janganlah kau bersedih Cause everything gonna be okay

Paham yah Nja’ tolong sampaikan ke Wawan. Pinta Sekar sambil mengedipkan mata.

Oke Brayyy, kalian sahabat-sahabat ku yang paling terbaik. Anak orang kaya, anak pejabat anak penguasa. Tapi lagu kalian tidak sengak, tidak feodal, tidak memandang strata. Semoga kalian sukses kedepanya. Dan negara pasti akan maju kalau dipimpin kalian. Ucapku dalam hati. (*)

*Yanvera osmana, mantan wartawan yang sedang kembali bergairah menulis

0 Komentar