Trump kini sudah menyiapkan serangan besar. Begitu selesai proses penyerahan diri, nanti sore Trump kembali ke rumah besar nan luasnya di Mar a Lago di Florida. Di situ pendukungnya berkumpul. Di situ Trump akan orasi.
Begitu menyerahkan diri mestinya Trump menjalani proses normal menjadi seorang tersangka: mengisi blangko dengan banyak pertanyaan identitas pribadi, sidik jari, dan difoto. Hanya mungkin tidak diborgol karena sudah dikelilingi petugas keamanan kepresidenan.
Di depan hakim, Trump akan menerima keputusan sebagai tersangka. Di situ diuraikan apa saja tuduhan padanya. Pasal apa saja yang dilanggar. Berapa tahun ancaman hukumannya.
Baca Juga:Jaga DaraPolisi Cek Keaslian Uang Belasan Juta yang Ditemukan Petani di Batang
Trump punya hak untuk tidak mau menjawab pertanyaan apa pun dari hakim dan jaksa. Ia juga punya hak didampingi pengacara. Tapi bagi Trump rasanya itu tidak terlalu penting. Meski tidak pernah kuliah hukum, Trump sudah ahli perkara: saking banyaknya beperkara. Bahkan mungkin ia merasa sudah lebih pintar dari semua pengacaranya.
Kelak, satu atau dua bulan lagi, Trump akan menghadap hakim lagi. Ia akan diminta mengaku bersalah, sesuai dengan tuduhan, atau mengaku tidak bersalah. Rasanya Trump akan pilih yang kedua. Konsekuensinya: sidang pengadilan akan dilangsungkan dengan terdakwa Trump.
Itu akan menjadi pengadilan yang seru, panjang dan penuh perdebatan. Kesaksian Cohen dan para wanita Trump akan muter-muter di persoalan yang Anda sudah tahu, tapi tetap seru.
Hakim di perkara ini sama dengan hakim di perkara yang melibatkan perusahaan Trump tahun lalu. Waktu itu perusahaan Trump diputuskan melanggar 17 masalah hukum. Salah satu pimpinan puncak perusahaan itu masuk penjara. Perusahaannya sendiri harus membayar denda. Tapi Trump terlepas dari masalah, karena ia bukan direksi di perusahaannya.
Meski kena perkara, Trump yakin popularitasnya justru naik. Dan itu dibenarkan oleh hasil jajak pendapat. Selama ini ia unggul 47 lawan 32 dengan calon potensial partai Republik lainnya: Gubernur Florida de Santis. Sekarang keunggulan itu menjadi 55-29.
Sebuah media Amerika lantas mewawancarai Cohen: “Mengapa pendukung Trump justru menguat?”
“Mereka itu sudah seperti penganut aliran sesat. Saya tahu bagaimana fanatik butanya seorang penganut aliran sesat,” jawabnya. “Tapi sekarang sudah waktunya bagi mereka untuk cuci mata. Agar bisa melihat kebenaran. Trump tidak pernah menyampaikan kebenaran. Yang dia sampaikan selalu kebohongan, penyesatan informasi, melebih-lebihkan, atau nyata-nyata berbohong”.
