Mengulas Motif Jlamprang Batik Pekalongan dari Sejarah, Perkembangan dan Maknanya

motif jlamprang batik pekalongan
Motif jlamprang batik Pekalongan menarik (twitter/@munirtxt)
0 Komentar

Mengulas Motif Jlamprang Batik Pekalongan dari Sejarah, Perkembangan dan MaknanyaIlustrasi upacara nyadran (twitter/@alurwaktu)

Mengulas Motif Jlamprang Batik Pekalongan dari Sejarah, Perkembangan dan MaknanyaIlustrasi dewi lanjar (Twitter/@SekarJayanti07)

Dalam mitologi Ratu Laut Jawa. Motif jlamprang disukai penguasa laut utara yaitu Den Ayu Lanjar. Pada masa lalu motif jlamprang sebagai medium ekpresi.

Motif jlamprang batik Pekalongan tersebut dahulu telah dijadikan benda sakral (batik sakral). Saat ini motif jlamprang sudah menjadi batik profam atau batik umum dan tidak disakralkan lagi.

Namun demikian sebagian masyarakat pekalongan masih menyertakan motif jlamprang ini sebagai bagian dari benda benda uparaca dalam upaya menjaga kelestarian budaya mistis.

Baca Juga:Fakta Menarik tentang Batik Pekalongan Motif Pagi Sore beserta SejarahnyaMengulik Batik Pekalongan Motif Buketan

Biasanya berhubungan dengan upacara nyadran yaitu upacara korban di laut untuk menyatakan syukur kepada penguasa alam (Tuhan).

Menurut masyarakat pekalongan, alat-alat dalam upacara tersebut termasuk motif jlamprang masih tetap diproduksi dengan kombinasi motif yang beragam.

Motif jlamprang batik Pekalongan adalah warisan dari budaya kosmologis yang dipakai sebagai medium ekpresi untuk menghubungkan dunia bawah (dunia manusia) dengan dunia atas (dunia dewa dewa atau dunia prayangan).

Motif jlamprang batik Pekalongan sebagai medium kosmis yang memiliki simbol mistis tentunya menjadi alat yang tepat dan diterima oleh dunia atas (dunia hyang) dan disebut sebagai dunianya Den Ayu Lanjar. (*)

0 Komentar