Dibelahan dunia lain, pada kurun waktu 1930-1940 an, kekuatan fasisme semakin meluas yang dipelopori Jerman, Italia dan Jepang.
Jepang sangat menyadari arti penting Indonesia dan telah merencanakan untuk menguasainya.
Langkah dimulai dengan menyerang pangkalan Amerika di Pearl Harbour (Hawai). Selanjutnya Hongkong, Philipina dan Malaysia.
Baca Juga:Mari Menjaga Keutuhan dan Kesatuan NKRIMengintip Cara Samsung dalam Membentuk SDM Unggul
Pada Januari 1942 penyerbuan ke Indonesia dimulai dari Kalimantan, terus bergerak ke Sumatera, Jawa dan Indonesia bagian Timur.
Hanya dalam tempo 3 bulan, tepatnya Maret 1942, Pihak Belanda menyerah berakhirlah sudah kekuasaan Belanda di Indonesia.
Jepang menguasai Indonesia dan menerapkan pemerintahan militer. Tapi perang belum usai, pasukan sekutu dipelopori Amerika dan Inggris membalas penyerangan Jepang.
Tokoh Nasional Golongan Tua dan Muda (Twitter/@Wifajar)
Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantoro, K.H Mas Mansyur serta Sultan Syahrir melakukan gerakan bawah tanah dengan menghimpun dukungan para pemuda.
Jepang mulai terdesak perang, segala sumber daya dikerahkan, secara lebih kejam dari sebelumnya menerapkan Romusha.
Pada September 1944 Menteri Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia dikemudian hari. Jepang yang terus menerus mengalami kekalahan di wilayahnya.
Pada Maret 1945 mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan yang kemudian menghasilkan Rancangan Dasar Negara dan Konstitusi Indonesia.
Baca Juga:Perbedaan Kritik dan Hujatan dalam Rangka Bekal Kebebasan BerpendapatMembangun Pribadi yang Produktif dan Etos Kerja sebagai Bekal Kesuksesan Berkarir
Jepang sudah menjanjikan kemerdekaan Indonesia namun semakin terjepit. Pihak sekutu pada Juli sudah mendesak Jepang untuk menyerah tanpa syarat.
Jepang tetap bergeming namun sangat sulit mempertahankan Indonesia. Untuk itu Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 7 Agustus 1945 yang dipimpin Soekarno dan Hatta dengan rencana penyerahan kemerdekaan pada bulan September.
Namun kota Nagasaki di Jepang di Bom Sekutu, menyusul kemudian kota Hiroshima. Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
Jepang menyerah (Twitter/@bo3ta)
Hal itu berarti menghadapkan para pemimpin Indonesia dengan masalah berat, karena pihak sekutu tidak secara langsung menaklukan kembali Indonesia. Maka kini terjadi kekosongan kekuasaan.
Pihak Jepang masih berkuasa namun telah menyerah, sementara tidak ada pasukan yang akan mengantikan.
Rencana Kemerdekaan Indonesia yang disponsori Jepang justru diperintahkan untuk mempertahankan status quo sampai kedatangan sekutu.
